Bawaslu Halbar Gelar Perkemahan Adhyasta

  • Bagikan
Kegiatan Perkemahan Adhyaksa Pemilu Bawaslu bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Halbar dalam rangka Pengawasan Partisipatif pemilu 2019. (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Guna mensukseskan jalannya pesta demokrasi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang bakal berlangsung 17 April medatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melakukan kegiatan Perkemahan Adhyasta Pemilu bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan Pramuka Halbar dalam rangka Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019.

Kegiatan dihadiri Ketua Kwarcab Halbar Ahmad Zakir Mando, Ketua Bawaslu Alwi Ahmad, Kordiv PHL Muhamadun Hi Adam, Kordiv HPP Aknosius Datang, Sekertaris Bawaslu Hariyanto M Taher dan seluruh anggota Pramuka dan anggota Panwascam se-Kabupaten Halbar, berlangsung di lapangan Sasadu Desa Acango Kecamatan Jailolo, Jumat (15/2/2019).

Wakil Bupati Halbar Ahmad Zakir Mando yang juga Ketua Kwarcab Pramuka dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Bawaslu Halbar, karena telah melibatkan anggota Pramuka untuk mensosialisasikan tentang Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019.

“Jadi saya selaku Ketua Kwarcab Halbar mengintruksikan kepada seluruh anggota Pramuka untuk bisa mengikuti sosialisasi tentang Pengawasan Pemilu 2019 dengan serius, karena kegiatan ini sangat penting bagi kita semua,” kata Zakir.

Jik Bawaslu membutuhkan anggota Pramuka, tinggal dikordinasikan dengan Kwarcab dan siap membantu karena anggota Pramuka khususnya di Halbar kurang lebih 200 anggota.

“Yang belum memiliki Kartu Anggota Pramuka sebanyak sebanyak 300, dan yang belum memiliki kartu anggota di mohon bersabar karena sudah dalam proses tahapan pembuatan kartu Anggota Pramuka tinggal menunggu saja,” jelasnya.

Sementara sambutan Ketua Bawaslu RI Abhan yang dibacakan Ketua Bawaslu Halbar, Alwi Ahmad mengatakan, Pemilu bukanlah sekedar ajang seremonial politik belaka yang menafikan partisipasi politik masyarakat. Pengawasan Partisipatif yang dilakukan untuk mewujudkan warga negara yang aktif mengikuti perkembangan pembangunan demokrasi.

“Karena pengawasan juga menjadi sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat Pemilih. Partisipasi masyarakat dibutuhkan dalam melakukan pengawasan Pemilu,” ujarnya.

Dikatakan Alwi, Gerakan Pramuka merupakan wujud asosiasi dalam masyarakat anggota mendapat pembelajaran berorganisasi dan pelatihan skill. Gerakan yang mempunyai potensi besar turut berpartisipasi dalam melakukan pengawasan Pemilu.

“Gerakan Pramuka mempunyai pondasi yang kuat dalam mengasah civil akil seluruh anggotanya dan menimbulkan kesadaran politik atas pentingnya partisipasi dalam melakukan pengawasan Pemilu dan menciptakan yang bebas dan adil,” terangnya.

Di Indonesia, gerakan Pramuka  bisa menjadi inisiator dan pelopor bagi pemuda-pemudi bangsa untuk menjadi relawan dalam menegakkan demokrasi.

“Gerakan Pramuka bisa menularkan semangat kerelawanan dalam pengawasan Pemilu. Organisasi Pramuka dipercaya untuk menjaga momentum,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut