MUI Halsel : Aliran Guru Bais di Desa Jiko Sesat dan Menyesatkan

  • Bagikan
Sekertaris Komisi Fatwa MUI Halsel, Ongki Nyong saat membacakan fatwa MUI dihadapan warga di Mesjid Al-Kautsar Desa Jiko (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) resmi mengeluarkan fatwa bahwa ajaran yang diajarkan Abdul Bais Yakub alias guru Bais yang dianut sebagian warga Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan, kurang lebih tiga tahun terakhir, merupakan aliran sesat dan menyesatkan.

Sesuai fatwa MUI Halsel dengan nomor 01 tahun 2019, terdapat sepuluh poin ajaran Abdul Bais Yakub yang dinilai sesat dan menyesatkan tersebut yakni:

Pertama, dalam melaksankan shalat diwajibkan membayangkan wajah guru Bais sebelum takbiratul ihram. Kedua, mengubah niat shalat Jumat dua rakaat menjadi empat rakaat. Ketiga, pembaiatan yang dianjurkan untuk pengikut  guru Bais, taat terhadap perintah guru dan menjaga rahasia guru.

Keempat, menyembunyikan ilmu dengan alasan isi baiat menjaga rahasia guru. Kelima menafsirkan ayat Al-Quran sendiri dengan tanpa menggunakan kaidah tafsir. Keenam, Al-Quraan 30 juz tidak asli lagi dengan alasan karena telah hilang cerita tentang Ali Bin Abuthalib dan Fatimah.

Ketujuh, mengaku mampu menentukan takdir seseorang, salah satu contohnya kemenangan Suparjo Sayarif sebagai Kepala Desa Jiko adalah berkat Abdul Bais Yakub alias Guru Bais. Kedelapan, Ka’bah tidak perlu disanjung-sanjung karena dianggap hanya banguan biasa. Kesembilan, mengaku memiliki kemampuan menggandakan uang dan terkahir, mengaku memelihara jin.

“Ajar ini sesat dan menyesatkan karena orang yang telah mengejarkan sesuatu ajaran yang menyimpang dari Al Quran dan Al Hadits,” ungkap Sekertaris Komisi Fatwa MUI Halsel, Ongki Nyong di hadapan warga usai shalat Jumat di Mesjid Al-Kautsar Desa Jiko, Jumat (15/2/2019).

Ketentuan hukumnya kata Ongki, selain menyimpang dari Al Quran dan Al Hadits, ajaran guru Bais juga bertentangan dengan pendapat ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Setiap muslim yang menjadi pengikut Abdul Bais Yakub itu segera kembali kepada ajar islam yang sebenarnya berdasrakan Al Quran dan Hadits dan yang wajib keluar dan tidak melaksanakan kegiatan apapun.

“Setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat menyebarkan fatwa MUI agar diketahui seluruh warga Halsel,” ujar Ongky.

Terpisah, Ahmad salah satu warga jika mengatakan, Kepala Desa Jiko, Suparjo Sayarif juga ikut terlibat dalam aliran Abdul Bais Yakub yang telah dilarang tersebut. Oleh karena itu dirinya meminta Bupati Halsel, Bahrain Kasuba agar melakukan pembinaan kepada Kades Suparjo dan seluruh perangkat Desa Jiko yang juga ikut bergabung dalam aliran Bais.

“Kami minta Bupati secepatnya mengambil suatu langkah pembinaan terhadap aparatur Desa Jiko Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Ahmad. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut