Klaim Biaya Pengguna KSH Meningkat

  • Bagikan
Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim ketika diwawancara di ruang kerjannya (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Program Kartu Halsel Sehat (KHS) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) wajib diacukan jempol. Program KHS yang merupakan wujud dari visi misi Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim ini mampuh meringangkan beban warga yang kurang mampuh pada saat melakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim menyebutkan dengan sejumlah administrasi seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Keterangan Kurang mampuh dari Pemerintah Desa setempat, warga kurang mampuh tersebut dapat berobat secara gratis. Pasien pengguna KHS dilayani pada klasifikasi kelas III.

“Selama ini Rumah Sakit Labuha pelayanannya gratis bagi pasian kurang mampuh,” kata Asia ketika ditemui KabarMalut di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019).

Bahkan, Obat untuk pasien pengguna KHS dengan pasien kelas II dan kelas III juga tidak dibedakan.

“Obat juga tidak dibeda-bedakan. Semua obat kami samakan,” ucap Asia.

Sedangkan kata Asia, untuk biaya klaim pengguna KHS pada tahun 2017 senilai Rp 800 juta dan tahun  2018 naik menjadi Rp 1 miliar. Meski mengalami peningkatan pengguna KHS, di tahun 2019 ini Pemkab Halsel tidak menaikan anggaran KHS.

“Di tahun tahun 2019 ini disiapkan sekitar Rp 1 miliar juga,” pungkas Asia. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut