Dagang Satwa Liar, Dua Warga Galela Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Halut, AKP Rusli Mangoda (kiri) bersama para pelaku (tengah) dan barang bukti Satwa Liar serta Kasubag Polres Halut Aiptu Hopni Saribu (Foto: Ronalad/KabarMalut)

TOBELO – Lantaran memperjual belikan satwa liar, dua warga Desa Mamuya Kecamatan Galela yakni Iksan Himo dan Darmin Parasaja ditangkap anggota kepolisian dari Polres Halmahera Utara (Halut).  Polisi mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti sebanyak 111 ekor Satwa liar yang dilindungi.

Kasat Reskrim Polres Halut, AKP Rusli Mangoda pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga terkait adanya perdagangan satwa liar yang dilindungi. Anggota Sat Reskrim langsung melakukan penyelidikan di Desa Mamuya yang diduga sebagai tempat penyimpanan penjualan atau perdagangan satwa liar.

“Unit Opsnal Sat Reskrim tiba di Desa Mamuya dan menuju ke rumah Iksan Himo dan berhasil diamankan puluhan ekor burung atau satwa liar yang diduga akan diperdagangkan,” kata Rusli kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Polisi kemudian kembali melanjutkan penyeildikan ke rumah Darmin Parasaja dan lagi-lagi menemukan Satwa yang dilindungi ini. Kedua pelaku dan barang bukti satwa yang dilindungi langsung diamankan di Polres Halut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku Iksan, satwa burung dilindungi berhasil diamankan diantaranya perkici hijau 31 ekor, nuri kalung ungu 7 Ekor, Kasturi Ternate 2 Ekor total 40 ekor. Sementara dari tangan Darmin, juga diamankan perkici hijau 78 ekor dan nuri kalung ungu 1 ekor total 79 ekor,” terangnya.

Para pelaku sendiri dikenakan dengan Undang-Undang nomor 5 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Ekosistemnya, dengan pasal yang dikenakan pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 huruf a dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut