Lakalantas Mobil Pick Up VS Sepeda Motor, Petugas LLAJ Meninggal Dunia

  • Bagikan
Lakalantas Mobil Pick Up dengan sepeda motor di jalan perbatasan Desa Luari (Foto: Istimewa)

TOBELO – Sebuah mobil pick up merek Suzuki mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dengan pengendara sepeda motor di jalan trans Tobelo-Galela di Desa Luari dan Mamuya, Rabu (20/2/2019. Pengemudi sepeda motor yang diketahui sebagai petugas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Dinas Perhubungan Halmahera Utara (Halut), Umra Ong (39) meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, insiden maut ini  sempat menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan. Warga desa setempat langsung menghubungi Polisi serta ikut bantu mengevakuasi korban.

Tak lama setelah kejadian, Tim Unit Kecelakaan (Unit Laka) Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halut dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi langsung meminta keterangan para saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Tak hanya itu, Polisi juga melakukan olah TKP guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sedangkan korban, pengendara sepeda motor dalam kondisi luka parah di bagian kepala, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk mendapat pertolongan medis.

Kapolres Halut, AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo melalui Kasubag Humas Polres Halut, Aiptu Hopmi Saribu saat dikonfirmasi menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika pengemudi mobil Suzuki Pick Up nomor polisi H-1860-RN yang dikemudikan Sokibul Kamim melaju dari arah Utara menuju ke arah Selatan atau dari Galela ke Tobelo, saat melewati perkampungan Desa Mamuya, tiba-tiba datang sepeda motor Kawasaki Bajaj nomor polisi DG 6065 yang dikemudikan oleh Umrah Ong, keluar dari tikungan dan tabrakan pun tak terhindarkan.

“Sepeda motor Kawaski Bajaj dan pengendara terseret ke depan sekitar 5-8 meter. Akibat dari peristiwa tersebut, sepeda motor Kawasaki Bajaj mengalami kerusakan di bagian depan, sedangkan pengendaranya yakni saudara Umrah Ong mengalami luka robek di bagian kepala, darah keluar dari mulut, hidung dan telinga,” jelasnya.

Korban Umrah Ong tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Tobelo, namun nyawanta tak bisa terselamatkan karena perdarahan.

“Korban sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak bisa ditolong, sekitar pukul 14:40 WIT korban menghembuskan nafas terakhir. Kemudian pihak keluarga membawah pulang korban untuk disemayamkan di rumah,” tuturnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut