Dispar Malut Gelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan

  • Bagikan
Kepala Dispar Malut, Samsudin Adul Kadir dan Kepal Dispar Halbar, Fenny Kiat bersama para peserta Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan, yang berlangsung di Fila Gaba Desa Guaemadu Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kamis (21/2/2019).

Ketua Panitia Pelaksana, Ahamad Yamin mengatakan saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Malut masih sangat rendah, sementara potensi sumber daya kepariwisataan sangat melimpah ditambah lagi sumber daya kita sangat tersedia. Namun hingga kini potensi wisata Malut, belum digarap secara maksimal dan belum memaksimalkan daya saing wisata.

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk menambah dan meningkatkan pemahaman dalam kebijakan kedepan wisata Malut, sehingga masyarakat senang meningkatkan pengelolaan kawasan destinasi dan produk yang dikembangkannya,” ungkap Ahmad.

Kepala Dispar Halbar, Fenny Kiat mengapresiasi Dispar Malut yang sudah memfasilitasi kegiatan Pelatihan Daras SDM Kepariwisataan. Sebab, kegiatan yang luar biasa dalam rangka menyiapkan SDM pelaku-pelaku wisata di Halbar.

“Kita semua tahu bahwa dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Halbar di era yang sekarang ini menetapkan ada tiga sektor unggulan daerah dan salah satunya adalah pariwisata, tentu menjadi peluang kita semua bagaimana mengembangkan potensi yang kita miliki di Halbar,” kata Fenny.

Menurutnya, pembangunan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata semata melainkan jadi tanggung jawab kita semua, pemerintah, swasta maupun masyarakat harus pahami.

“Halbar hampir seluruh potensi yang kita miliki dari budaya, alam, kita juga punya bahari laut, kemudian ada beberapa hutan tetapi survei membuktikan untuk kecenderungan atau ketertarikan wisatawan datang mengunjungi atau destinasi pada urutan pertama yang ditempati adalah wisata budaya kurang lebih 60 persen, kemudian disusulkan wisata alam 35 persen dan wisata buatan manusia itu hanya 5 persen,” jelasnya.

Dia juga menambahkan Halbar memiliki tujuh suku asli dan ini adalah modal dan kekuatan besar yang dimiliki Halbar, karena kebudayaan  ini hanya berangkat dari tradisi keseharian, yang sebenarnya dilakukan oleh orang tua.

“Saat ini sebagian masih ada dan sebagian sudah punah sebagian, bahkan hilang sama sekali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Malut Samsudin Adul Kadi dalam sambutan pembukaan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kepada pemerintah Halbar yang telah dengan konsisten mengembangkan dan mempromosikan kewisataan secara masif, akhirnya kita mendapatkan hasil dimana Kabupaten Halbar yang telah mendunia dari segi kepariwisataan.

“Secara nasional masyarakat Indonesia telah mengetahui Halmahera Barat, Jailolo dengan ragam atraksinya wisatanya, bukti bahwa sudah beberapa tahun terakhir ini Kabupaten Halbar telah mendominasi kalender off ivent yang merupakan sebuah wadah informasi pariwisata Indonesia untuk mempromosikan di dunia internasional,” terangnya.

Selain dari perhatian pemerintah pusat, tidak kalah penting juga adalah kita melihat bersama adanya dorongan dari pihak Pemprov Malut yang senantiasa menjadikan Halbar sebagai salah satu prioritas dalam pelaksanaan program dan kegiatan pariwisata.

“Kami berharap adanya perhatian berbagai pihak maka masyarkat Halbar telah memiliki kesiapan  berbagai pengelolaan, pelayanan dan kerama – tamahannya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut