Inspektorat Halbar Periksa Pengelolaan DD Diduga Bermasalah

  • Bagikan
Kepala Inspektorat Halbar, Julius Marau (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Pengelolaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 pada sejumlah desa di Halmahera Barat (Halbar), diduga bermasalah dan berindikasi tindak pidana korupsi. Inspektorat Halbar mulai melakukan pemeriksaan laporan penggunaan DD 2018 yang diduga bermasalah dan dilaporkan warga.

“Saat ini kami (Inspektorat) sedang melakukan monitoring pemeriksaan pertanggungjawaban DD 2018, pada sejumlah desa di Halbar dengan agenda pemeriksaan kasus,” kata Kepala Inspektorat Halbar, Julius Marau kepada KabarMalut, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, terdapat 10 desa yang dilaporkan warga atas pengelolaan DD diduga bermasalah, bahkan hasil pemeriksaan Inspektor ada beberapa desa terbukti melakukan pelanggaran pengelolan anggaran.

“Jadi hasilnya sudah selesai dalam pemeriksaan kasus ini seperti di Desa Toniku yang sudah selesai kroscek lapangan dan tinggal narasikan dalam bentuk pelaporan kasus. Namun saya pastikan ada temuan dalam pemeriksaan pengelolaan DD tahun 2018 lalu,” akuinya.

Diketahui, 10 Desa yang pengelolaan DD diduga bermasalah diantaranya Desa Tusomolo, Desa Bubanehena, Desa Hoku-Hoku Kie, Desa Lolori, Desa Taba Cempaka, Desa Tuada, Desa Toniku, Desa Guae Ria, Desa Tuguraci dan Desa Tugureba Sungi. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut