Kades dan Bendahara Wayatim Diduga Korupsi DD Ratusan Juta

  • Bagikan
Aksi Masyarakat Wayatim menuntut pencopotan Kades Sainudin Hi Adam dan Bendahara Desa Nasrudin Sadik (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Kali ini masyarak Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah, mendesak  pihak penegak hukum agar memeriksa Kepala Desa (Kades) Wayatim Sainudin Hi Adam dan Bendahara Desa Nasrun Sadik.

Desakan ini karena kedunya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi DD tahun anggaran 2017 dan 2018 dengan total dana sebesar Rp 266.593.000. Puluhan masyarakat Wayatim menggelar aksi di depan kantor Bupati mendesa Bupati Halsel Bahrain Kasuba mencopot Kades Sainudin Hi Adam dari jabatan Kades.

Masyarakat menilai selama menjabat Kades Wayatim, Sainudin tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Saimudin dan Bendahara Desa Nasrun Sadik diduga melakukan persekongkolan untuk menggelapkan DD yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami minta Bupati copot Kades dan Bendahara Desa. Kami juga sudah mengantongi bukti-bukti dugaan penyalahgunaan dana desa. Jadi kami akan usut sampai Kades dan Bendahar ditangkap dan dipenjarakan,” teriak Yuslan Sangaji sala satu massa aksi di depan kantor Bupati, Senin (25/2/2019).

Massa juga menyuarakan hal yang sama di Polres dan Kejari Halsel, selanjutnya massa aksi menuju DPMD guna melakukan hearing dengan Kepala DPMD, Bustamin Soleman. Dalam hering itu masyarakat menyampaikan ulah Kades Sainudin dan Bendahara Nasrudin Sadik dihadapan Kepala DPMD dan sejumlah staf.

“Prinsipnya kami akan memediasi agar masalah ini secepatnya selesai,” singkat Bustamin. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut