Ditelantarkan, Pedagang Ikan Jualan di Gerbang Isda Kepsul

  • Bagikan
Tak milik tempat, para pedagang ikan nekat menjajakan ikan mereka di gerbang pintu masuk Isda Kepsul (Foto: Ilham/KabarMalut)

SANANA – Merasa ditelantarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula (Kepsul) terkait ketersediaan tempat untuk berjualan, para pedagang ikan nekat menjajakan dagangan ikan mereka di depan gerbang pintu masuk Istana Daerah (Isda) Kepsul.

Salah satu Pedagang Ikan, Rukiang Tidore mengaku langkah yang dilakukan pihaknya ini sabagai bentuk protes atas terdap Pemda Kepsul, sebab sebelumnya mereka diusir oleh pedagang ikan di Pasar Basanohi Sanana dengan alasan lokasi yang ditempati tidak cukup untuk menampung mereka.

“Kami diusir dari pasar oleh pedagang  ikan  di sana karena lokasi yang  tidak cukup, Disperindagkop tidak  bisa mengambil  langkah lebih  karena bangunan pasar ikan yang dibangun menggunakan swadaya para pedagang  ikan,” kata Rukmin ditemui KabarMalut di depan Isda, Selasa (26/2/2019).

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) yang  berwewenang untuk mengatur persoalan pasarpun tidak dapat mencari  jalan  keluar, dan menginstruksikan pedagang ikan untuk  menjajakan ikan di depan  pertokoan Sanana, tepatnya di lokasi TK Adiyaksa. Namun baru tiga hari  berjualan, para pendagang ikan ini dilarang pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana dengan alasan lokasi tersebut  milik Kejari Sanana dan dilarang untuk ditempati berjualan.

“Disprindagkop relokasikan kami  ke depan pertokoan tepatnya di lokasi TK Adiyaksa, setelah tiga hari berjualan kami  malah disuruh pindah dari  tempat relokasi yang  diarahkan Disperindagkop karena itu bukan milik Pemda tapi milik  Kejaksaan Sanana,” jelasnya.

Karena lahan yang ditempati sebelumnya milik Kejari Sanana dan tidak ada perhatian Pemda, maka para pedagang memutuskan berjualan di depan Isda Kepsul. Dipilihnya Isda karena bangunan dan lahan milik pemerintah sehingga bisa dipakai masyarakat serta tidak akan dilarang lagi oleh lembag non pemerintah.

“Isda ini milik Pemerintah, jadi kami memilih jualan di depan Isda saja,” jelasnya.

Meski berjualan secara tertib, namun aksi  pedagang  ikan membuat Kepala Satpol PP Kepsul, Ishak Umamit naik pitam dan nyaris bakuhantam dengan pedagang  ikan. Ishak meminta pedagang ikan untuk  segera hentikan penjualan ikan.

Permintaan Iskan tidak direspon, para pedagang meminta Ishak untuk mengizinkan berjualan hingga disediakan tempat lain oleh Disperindagkop.

“Hari ini bapak mau bilang apa, kami tetap akan berjualan di depan Isda sampai ikan-ikan kami  habis dibeli dan besok kami datang  berjualan lagi  sampai  ada tempat penjualan yang disediakan Pemda melalui  Disperindagkop,” teriak salah satu penjual ikan saat dipaksa pindah oleh Kasat Satpol PP.

Terpisah, Kepala Disperindagkop Kepsul, Bakir Abdul Rauf ketika dikonfirmasi mengaku kini sedang berkoordinasi dengan Kejari Sanana untuk sementara menggunakan lahan milik Kejari.

“Kami masih berkoordinasi dengan  Kejaksaan  soal  tempat,  karena sampai saat ini Pemda belum membangun pasar ikan permanen untuk  rakyat,” singkat Bakir. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut