Dinilai Tidak Transparan, GMPD Demo Timsel KPU

  • Bagikan
Massa aksi dari GMPD di depan Sekertariat Timsel KPU Kepsul (Foto: Ilham/KabarMalut)

SANANA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi  (GMPD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Rabu (27/2/2019) menggelar demostrasi terhadap Tim Seleksi (Timsel) Calon Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menuntut keadilan demokrasi. GMPD menilai adanya upaya menguntungkan dan merugikan sepihak diantara peserta yang  turut dalam seleksi KPU Kepsul oleh  Timsel.

Dalam orasi, massa aksi atas nama Sudirman Umawaitina menyampaikan kinerja Timsel sangat tertutup bahkan nilai profesional kerja hilang.

Sendada, Asri Tidore mengatakan Timsel salah memahami aturan serta keliru dalam menafsirkan maksud rekomendasi yang  tertuang dalam PKPU nomor 7 tahun 2018 pasal 19 huruf J tentang rekomendasi yang  dikhususkan pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena Timsel telah menggugurkan peserta yang bukan PNS dengan dalil tidak ada rekomendasi dari atasan.

Kurang lebih setengah jam berorasi, Ketua dan anggota Timsel ahirnya dipertemukan satu ruangan untuk hearing dengan GMPD dan beberapa peserta yang  merasa dirugikan  atas hasil pengumuman berkas yang  dikeluarkan Timsel.

Ketua Timsel KPU Kepsul Muchlis Hafel dalam menanggapi tuntutan massa, malah menantang massa aksi.

“Kami telah melakukannya sesuai ketentuan, kami sudah meminta untuk buat rekomendasi dari pimpinan,  namun karena tidak dibuat  ya kami  gugurkan. Jika menurut saudara-saudari massa aksi tidak puas silahkan tindak lanjut,  jika tidak terbukti maka kami akan menempuh jalur hokum,” kata Ketua Timsel Muchlis Hafel. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut