Kejari Tunda Pelimpahan Berkas Tersangka Korupsi Kantor Perwakilan Morotai

  • Bagikan
Kepala Kejari Pulau Morotai, Supardi (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai, menunda pelimpahan berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran kantor Perwakilan Pulau Morotai di Jakarta tahun 2015 senilai Rp 2 miliar ke Pengadilan Tipikor Ternate. Penundaan ini dikarenakan pihak Kejari masih masih melengkapi berkas tersangka dalam kasus ini.

“Kami masih menyiapkan berkas-berkas yang kurang, dan direncanakan bulan depan (Maret) kami sudah serahkan ke Tipikor Ternate,” kata Kajari Pulau Morotai, Supardi, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/2/2019).

Selain penundaan pelimpahan berkas, tersangka dalam kasus ini yakni mantan Kepala Kantor Perwakilan Pulau Morotai di Jakarta, Novani Bandari juga belum ditahan. Supardi mengaku dalam penyelidikan hingga ke penyidikan tersangka tidak ditahan, namun jiga dalam pelimpahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hendak menahan maka akan ditahan JPU.

“Untuk penahan tersangka kami belum mengetahuinya. Kalau disaat penyerahan tersangka serta barang bukti kemudian dari JPU melakukan penahanan maka langsung ditahan, karena itu semua tergantung JPU apakah ditahan atau tidak,” ungkanya.

Dari hasil perhitungan BPKP Perwakilan Provinsi Malut bahwa kasus dugaan korupsi tersebut telah merugikan keuangan negara Rp 800 juta, dari total anggaran Kantor Perwakilan Pulau Morotai di Jakarta senilai Rp 2 Miliar.  (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut