Paksa Masuk Kantor Bupati, FUIMB Bentrok dengan Polisi

Fizri Nurdin
Massa menerobos masuk kantor Bupati Pulau Morotai (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Ribuan massa yang tergabung dalam Front Umat Islam Morotai Bersatu (FUIMB), Kamis (28/2/2019), kembali turun ke jalan menggelar aksi protes terkait Karnaval Merah Putih yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di pantai Army Dock beberapa waktu lalu. Massa sempat bentrok dengan aparat kepolisian karena hendak menerobos masuk kantor bupati yang dilingkari kawat berduri.

Amatan KabarMalut, awalnya aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Pulau Morotai ini, massa mendesak Bupati Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma segera menemui mereka untuk menjelaskan sikap Pemda terkait Karnaval Merah Putih tersebut. Sebab, beredar informasi pelaksanaan Karnaval Merah Putih oleh YBSN, bekerja sama dengan Pemda Pulau Morotai.

Massa FUIMB saat menggelar aksi di depan kantor Bupati Pulau Morotai (Foto: Fizri/KabarMalut)

Massa aksi juga kekecewaan terhadap sikap Bupati Benny Laos terkait aksi FUIMB namun dikaitkan dengan program keberhasilannya seperti program dapur sehat dan lain-lain. Padahal aksi FUIMB tidak ada kaitanya sama sekali.

“Bupati Morotai tidak perlu mengeluarkan statement bahwa massa aksi membela agama Islam, namun ini adalah bentuk perjuangan kami sebagai umat Islam, dimana ketika agama kami diobrak-abrik maka wajib untuk kami berjuang,” tegasnya salah satu orator aksi, Kadhan Lobi dalam orasinya.

Polisi menembakkan gas air mata membubarkan massa aksi (Foto: Fizri/KabarMalut)

Sementara itu, Korlap FUIMB Arsyad Haya dalam orasinya menyebutkan kegiatan Karnaval Merah Putih yang diselenggarakan oleh YBSN tidak diketahui maksud dan tujuannya. FUIMB merasa kegiatan tersebut terselubung dengan membawa misi agama tertentu.

Karena tidak ditemui bupati, massa berusaha menerobos masuk kantor Bupati Pulau Morotai, namun dicegat oleh aparat kepolisian sehingga sempat terjadi bentrok fisik. Massa juga melempari aparat dengan batu yang membuat sejumlah kaca jendela kantor bupati pecah.

Aparat kepolisian melakukan perlawanan menembaki massa aksi dengan gas air mata dan mengerahkan satu unit mobil water canon. Massa kemudian bergerak ke kantor Polres Pulau Morotai untuk meminta Kapolres menghadirkan Bupati Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma.

Massa FUIMB di depan Polres Pulau Morotai meminta Kapolres menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai (Foto: Fizri)

Sementara dalam bentrokan di kantor Bupati, selain sejumlah kaca kantor pecah, satu orang massa aksi menjadi korban dan mengalami luka-luka.

Hingga berita ini naik tayang, massa masih menggelar aksi di depan Polres Pulau Morotai sambil menanti kedatangan Bupati untuk menemui mereka. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut