Temui Massa FUIMB, Bupati Ajak Semua Masyarakat Kawal Proses Hukum YBSN

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menemui massa FUIMB dan menyampaikan sikap Pemda (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Demi memenuhi tuntutan massa aksi dari Front Umat Islam Morotai Bersatu (FUIMB) terkait protes Karnaval Merah Putih oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di pantai Army Dock. Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menemui FUIMB di depan Polres Pulau Morotai, Kamis (28/2/2019).

Di hadapan ribuan massa yang memadati area Polres Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan sikap Pemda terkait kegiatan Karnaval Merah Putih yang belakangan meresahkan masyarakat Pulau Morotai.

Menurut Bupati Benny Laos, kejadian di Army Dock (Karnaval Merah Putih) tidak hanya terjadi di Pulau Morotai saja, kegiatan serupa juga berlangsung di beberapa daerah lain di Indonesai dan berlangsung serentak. Pemda bahkan Forkopimda Pulau Morotai, awalnya tidak mengetahui adanya rangkaian kegiatan dilakukan YBSN dan meresahkan masyarakat ini.

“Untuk itu saya selaku pribadi sangat menghormati  toleransi ini, saya sangat mencintai rakyat Morotai, karena kejadian serentak. Jangankan Pemda, bahkan dari TNI sendiri pun tidak tahu kejadiannya,” ungkap Benny.

Benny mengaku Pemda Pulau Morotai menyikapi masalah dengan serius dan telah melaporkan YBSN ke Polres Pulau Morotai pada tanggal 22 Februari 2019 untuk diproses secara hukum. Sebab, kegiatan Karnaval Merah Putih meresahkan masyarakatnya.

“Saya sangat menghormati betul toleransi, saya sangat mencintai saudara-saudara sekalian, untuk itu pada tanggal 22 saya langsung memerintahkan Sekda untuk berkoordinasi dengan lintas seluruhnya melaporkan Yayasan Barokah Surya Nusantar,” tegasnya.

Bupati Benny Laos mengajak seluruh masyarakat Pulau Morotai untuk bersama-sama dengan Pemda mengawal proses hukum YBSN yang kini berlangsung di Polres Pulau Morotai. Siapapun pelaku yang terlibat, harus dimintai pertanggung jawab di hadapan hukum tanpa pandang bulu.

“Mari sama-sama kita kawal betul, siapa pun dia, apapun dia, kalau melanggar hukum yang berlaku termasuk pemerintah daerah, ditindak secara tegas dan diproses secara hokum. Untuk itu Pemda berharap semua warga Morotai bersatu memberikan segala informasi untuk proses yang sementara berjalan untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini,” pungkasnya.

Selang beberapa menit usai menyampaikan pernyataan Pemda, terjadi aksi pelemparan yang diduga berasal dari massa aksi ke arah Bupati. Anggota kepolisian pun langsung mengamankan Bupati Benny Laos.

Polisi kemudian mengeluarkan tembakan gas air mata ke massa aksi, sehingga kericuan pun tidak sempat terhidarkan. Saling lempar antar massa aksi dan Polisi membuat suasana di area kota Daruba menjadi tegang. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut