Polres Halsel Bidik 32 Kades

  • Bagikan
Kapolres Halsel, AKBP Agung Setyo Wahyudi didampingi Kasat Reskrim AKP Gede Atmaja saat menyampaikan keterangan pers (Foto: Istimewa)

LABUHA – Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Selatan (Halsel) membidik sebanyak 32 Kepala Desa (Kades) yang diduga menyalahgunakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016-2017.

Kapolres Halsel,  AKBP Agung Setyo Wahyudi mengaku dalam waktu dekat melayangkan surat panggilan terhadap 32 Kades serta karateker Kades untuk dimintai keterang. Sebab hasil audit Inspektorat Halsel, ADD dan DD ke 32 desa diduga berindikasi tindak pidana korupsi.

“Berdasarkan hasil audit Inspektorat Halsel yang menemukan sejumlah desa bermasalah, ada 32 desa dan itu sudah diserahkan ke pihak kami. Untuk itu dalam jangka waktu dekat ini kami akan melakukan penyelidikan terhadap beberapa desa yang dianggap masalah itu,” ungkap Agung dalam keterangan persnya, Jumat (1/3/2019).

Agung mengaku penyelidikan terhadap 32 Kades yang diduga menyalahgunakan ADD dan DD, dilakukan pihaknya setelah mendapat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat beberapa waktu lalu.

“Pihak Inspektorat melakukan audit anggaran dan jika ada temuan, kami yang langsung menangani dengan cara melakukan penyelidikan,” tutur Kapolres.

Sekedar diketahui, 32 desa yang dinyatakan bermasalah anggaran ADD DD tahun 2016-2017 yakni, Desa Akegula, Desa Indari, Desa Bisori, Desa Palamea, Desa Air Mangga Indah, Desa Lailui, Desa Nang, Desa Kasui, Desa Weri, Desa Kondang, Desa Bisui, Desa Akedabo, Desa Waya, Desa Bobo, Desa Kawasi, Desa Pasipalele, Desa Kukupang, Desa Arumamang, Desa Lata-Lata, Desa Jojame, Desa Nusababullah, Desa Yaba, Desa Babang, Desa Sayoang, Desa Goro-Goro, Desa Sawadai, Desa Kubung, Desa Tawa,Desa Songa, Desa Amasing Kali, Desa Marabose dan Desa Amasing Kota Utara. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut