Cegat Wartawan Meliput, PWI Halsel Desak Bupati Bahrain Evaluasi Kabag Humas

  • Bagikan
Sekertaris PWI Halsel, Nadar Jabid (Foto: Istimewa)

LABUHA – Upaya penghadangan peliputan wartawan oleh Kabag Humas dan Protokoler Setda Halmahera Selatan (Halsel), Mujibur Rahman terhadap sejumlah wartawan ketika liputan kegiatan pemeriksaan BPK terhadap Pegawai Tidak Tetap (PTT) Senin (4/3/) kemarin, mengundang reaksi kecaman dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halsel.

Sekertaris PWI Halsel, Nandar Jabid mengatakan upaya penghadangan atau cegat yang dilakukan Mujibur terhadap sejumlah wartawan melaksanakan tugas, sudah melanggar aturan serta perundang-undangan yang berlaku. Tindakan Mujibur juga dinilai telah melanggar batas hubungan antara pekerja pers dan pemerintah sebagai mitra kerja.

“Kita ini mitra, bukan penjahat, segala dinamika dan persoalan di lingkup pemerintah wajib menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Pemeriksaan BPK itu biasa saja, kenapa wartawan dihadang meliput,” kata Nandar kepada sejumlah wartawan, Selasa (5/3/2019).

Menurut Nadar, Mujibur telah melanggar UU nomor 14 tahun 2008 tentang KIP, UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Ini jelas melanggar KIP. Kalau pemeriksaan BPK itu bersifat rahasia, harus jangan di tempat umum. Silahkan dikantor BPK atau di tempat tertutup lain, supaya tidak diketahui orang. Kalau di tempat umum, maka sudah menjadi konsumsi publik. Lobi itu tempat umum, siapa saja bisa melihat, artinya sudah menjadi konsumsi publik,” cercanya.

Baca Juga: Kabag Humas Halsel Cegat Wartawan Liput Kegiatan BPK

Nandar juga menyarankan Bupati Halsel Bahrain Kasuba agar sesegera mungkin melakukan evakuasi Mujibur dari jabatannya sebagai Kabag Humas dan Protokoler.

“Selaku Kabag Humas, Mujibur harus dievaluasi, sebab yang bersangkutan sudah jelas tidak mengetahui kerja-kerja Pers. Selain itu, yang bersangkutan juga belum matang dalam menjaga hubungan kemitraan sehingga kami anggap gagal. Menghadang sama kasarnya melarang kerja Pers dan ini tidak bisa dibiarkan. Bupati harus melakukan evaluasi,” tegas Nandar.

Selain itu, wartawan Fajar Malut ini juga meminta Mujibur dalam waktu dekat meminta maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers dan berjanji tidak mengulang sikap yang tidak terpuji itu.

“Harus minta maaf dan Kabag juga bejanji jangan buat gesekan dengan wartawan karena kita sama-sama mitra,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut