Soal Warga Protes Imbauan MUI, Abdul Karim: Saya Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan Publikasi MUI

  • Bagikan
Surat Imbauan MUI Pulau Morotai yang diprotes warga (Foto: Fizri/KabarMalut)

MOROTAI – Ketua Komisi Pengkajian Pengembangan dan Publikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau Morotai, Abdul Karim mengklarifikasi pemberitaan KabarMalut berjudul Warga Protes Imbauan MUI Puji Program Bupati Morotai terbit Rabu (27/2), yang mencantumkan jabatannya sebagai Kabag Protokoler Setda Pulau Morotai.

Menurut Abdul Karim, Surat Imbauan MUI Pulau Morotai yang ditandatangani Ketua MUI Hi Arsad Haya tertanggal 25 Februari 2019, benar disiapkan dirinya. Namun bukan sebagai Kabag Protokoler Setda Pulau Morotai, melainkan dirinya sebagai Ketua Komisi Pengkajian Pengembangan dan Publikasi MUI.

“Saya memang mengakui surat tersebut ditulis oleh saya sendiri, namun pada kondisi tersebut kapasitas saya sebagai Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan Publikasi MUI Pulau Morotai, bukan sebagai Kabag Protokoler Setda Pulau Morotai seperti yang diberitakan,” ujar Adul Karim kepada KabarMalut, Senin (4/3/2019).

Abdul Karim mengatakan, dalam pemberitaan yang beredar disinyakir surat imbauan tersebut ditulis oleh Kabag Protokoler, sehingga hal tersebut menjadi isuyang tidak mengenakan bagi Pemda Kabupaten Pulau Moratai khusunya Abdul Karim sendiri. Padahal surat imbauan tersebut, MUI mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi.

“Terkait imbauan MUI yang merupakan turunan dari Fatwa dan ajakan agar masyarakat untuk tidak terprovokasi yang mengakibatkan kerugian bagi ummat Islam,” tandasnya.

Lebih lanjut Abdul Karim menyebutkan bahwa dalam surat imbuan ditulis beberapa program pemerintah yang menitik beratkan perhatian khusus Bupati Pulau Morotai kepada umat Islam diantaranya haji, umroh, pembangunan fasilitas rumah ibadah, pelaksanaan hari besar Islam dengan mendatangkan da’i nasional khusus untuk umat Islam serta program lainnya, memang nyata pelaksanaannya.

“Jadi point inti dari himbauan tersebut yakni mengajak masyarakat untuk tidak terprovokatif yang merugikan umat islam,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut