Polda Malut Tetapkan Satu Tersangka Kasus Karnaval Merah Putih

  • Bagikan
Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto didampingi Dir Reskrimum Kombes Dian Harianto dan Kabid Humas AKBP Hendry Badar, saat Press Release Kasus Karnaval Merah Putih (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Polda Maluku Utara (Malut), berhasil meringkus satu tersangka atas nama Gresia Dedana alias Greis, dalam kasus Karnaval Merah Putih yang digelar oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di pantai Army Dock Kamis (21/2) lalu.

Kapolda Malut, Brigjen Pol Suroto menunturkan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik, akhirnya menetapkan satu orang tersangka setelah dilakukan gelar perkara peningkatan status.

“Dari hasil penyidikan kasus YBSN tersebut penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yakni Greis,” kata Suroto dalam press release yang didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Dian Harianto dan Kabid Humas AKBP Hendry Badar di ruang Rupattama Polda Malut,  Jumat (8/3/2019).

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka lanjut kapolda, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi ahli lainya sambil menunggu kondisi kesehatan tersangka membaik.

“Sebenarnya dia sudah kita bawah ke sini (Ternate), tapi setelah sampai di bandara, tim dokter tidak menginginkan dia terbang makanya yang bersangkutan sekarang masih rawat di Jakarta,” ungkapnya.

Kata kapolda, jika kondisi kesehatan tersangka dinyatakan sembuh, maka tersangka akan langsung dibawa ke Ternate untuk diproses lebih lanjut.

“Pemeriksaan sampai sekarang masih terus berlanjut dan anggota masih di Jakarta untuk melengkapi bukti lainya, sekaligus melakukan pemeriksaan saksi ahli yang ada di Jakarta untuk menguatkan,” akunya.

Menurut Kapolda, meskipun ingin menyelesaikan secara cepat kasus tersebut, namun pihaknya tidak mau mengabaikan prinsip penyidikan, karena penyidik tidak hanya menyelesaikan berkas dalam penanganan kasus.

“Bukan hanya menyelesaikan berkas tapi bagaimana untuk kasus ini bisa dibawa ke persidangan untuk disidangkan, makanya kasus ini kita lakukan penyidikan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

Untuk Gerakan Mencegah Dan Mengobati (GMDM) yang melaksanakan kegiatan di Ternate dan Tidore kata Kapolda, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ternyata merupakan kelompok dari Jakarta yang membawa rekomendasi dari Badan Koordinasi Nasional (GMDM) dengan tersangka berinisial DG alias Endang.

“Setelah dicek dan periksa saksi di Jakarta GMDM itu ternyata mereka tidak pernah kenal dengan orang-orang itu, dan memang GMDM pernah memberikan rekomendasi pada salah satu orang tapi bukan orang itu, jadi GMDM juga tidak bertanggungjawab atas kegiatan ini,” tegasnya..

Dari hasil pemeriksaan, ternyata YBSN dan GMDM ini adalah sama yang membuat data palsu terkait kegiatan di Malut dan juga tidak sesuai dengan jadwal. Diantaranya penyuluhan, pemberian kue, kemudian dengan ritual-ritual yang diduga menyimpang. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut