Rusaki Tambak Rumput Laut, Ridwan Diserang Sejumlah Warga

  • Bagikan
Kempok Tani Rumput Laut mendatangi rumah Kades melaporkan Kasus Pengerusakan yang dilakukan Ridwan Muhammad (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Sejumlah warga Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo, yang tergolong dalam Kelompok Tani Rumput Laut, menyerang seorang warga bernama Ridwan Muhammad karena diduga mengerusaki bibitan rumput laut yang didbudidaya di lokasi wisata Rappa Pelangi.

Ketua Kelompok Tani Rumput Laut, Desa Bobanehena Iswandi Umasangaji mengaku, peristiwa ini berawal saat pelaku (Ridwan) yang juga seorang nelayan, pulang dari melaut melewati tempat pembibitan rumput laut dan memutuskan tali tambak rumput laut. Mengetahui kejadian tersebut, para kelompok tani tidak terima sehingga mendatangi rumah pelaku dan menyerangnya.

“Pengerusakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan sudah berulang kali, jadi kita tidak bisa biarkan, karena perbuatan dia (Ridwan) akan menjadi-jadi dan terus berlanjut,” ungkap Iswandi kepada sejumlah wartawan, Jumat (8/3/2019).

Aksi sejumlah kelompok tani ini tidak berlangsung lama, karena dilarai warga lain yang berada di lakasi dekat rumah pelaku. Warga kesal karena aksi pengerusakan yang dilakukan Ridwan, sudah berulang kali dan pernah dilaporkan ke Kapela Desa (Kades).

“Pernah dimediasi Kades dan diselesaikan secara kekeluargaan, tapi dia (Ridwan) melanggar perjanjian tersebut dan kembali melakukan perbuatan yang sama. Sehingga kita membuat gerakan dengan menyerang rumah yang bersangkutan sebagai efek jera buat dirinya,” tegas Iswandi.

Sementara itu, Kades Bobanehena Iswan membenarkan adanya kekacauan yang disebabkan dugaan pengerusakan tambak rumput laut miliki kelompok tani ini.

“Tetapi saya bersyukur karena atas kekacauan tersebut tidak ada tindakan kekerasan,” kata Iswan.

Iswan mengaku, kejadian pengerusakan yang diduga dilakukan oleh Ridwan ini sudah terjadi 4 atau 5 kali, dan dua kali diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya sangat sesali kenapa hal ini bisa terjadi, namun karena mereka semua adalah warga saya maka harus mencari jalan keluarnya,” terangnya.

Meski begitu, Ridwan tidak menerima aksi penyerangan yang dialaminya dan melaporkan ke pihak Kepolisian. Begitu pula para Kelompok Tani Rumput Laut juga berencana melaporkan balik Ridwan ke polisi atas pengerusakan yang dilakukannya.

“Karena kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian, saya berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan dimediasi oleh pihak Polres Halmahera Barat (Halbar),” pinta Iswan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut