Kakak Beradik di Halsel Ditembak Polisi

  • Bagikan
Salah satu korban tembakan Asian Nanlesyy (18) ketika dirawat di Puskesmas Obi (Foto: Istimewa)

LABUHA – Dua orang warga Desa Kawasi,  Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang merupakan Kakak Beradik, sekira pukul 01:00 WIT dini hari tadi ditembak oknum Polisi dari Satuan Brimob Polda Maluku Utara (Malut). Akibatnya, korban bernama Mince Nanlesyy (31) dan Asian Nanlesyy (18) harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha untuk mendapat pertolongan.

Salah satu keluarga korban, Juisnan Nanlesyy mengatakan kejadian ini berawal saat acara pesta ulang tahun dan sempat terjadi konflik sesama warga. Namun dirinya tak mengetahui pihak mana yang konflik dalam acara yang tak jauh dari rumahnya itu.

“Awalnya ada konflik di pesta, saya langsung balik ke rumah, mungkin ada pihak keluarga saya yang terlibat konflik dan sesampainya saya di rumah tiba-tiba saya didatangi empat orang Polisi. Lalu satu diantaranya langsung mencekik saya,” ungkap Juisnan saat ditemui di RSUD Labuha, Sabtu (16/3/2019).

Keempat Polisi dari Satuan Brimob itu mengeluarkan senjata api (Senpi) lalu menodongkan ke Juisnan Lessi yang saat itu bersama sembilan keluarga lainnya termasuk kedua korban.

“Jadi mereka menodongkan senjata api mereka ke saya. Awalnya hanya satu orang tapi setelah saya mundur karena saya tahu itu mengancam jiwa saya yang lainnya mengeluarkan senjatanya juga. Lalu ada satu anggota Brimob yang langsung menembakkan ke arah kiri dan kanan saya,” jelas Juisnan.

Tembakan yang dilepas secara membabi buta olah salah satu anggota Brimob tersebut, mengakibatkan Mince Nanlesyy (31) dan Asian Nanlesyy (18) yang berada di belakang kiri Juisnan terkena puluru. Kedua perempuan ini mengalami luka tembak masing-masing dibagian paha dan betis.

“Hanya satu orang saja yang tembak, kira-kira ada lima kali bunyi tembakan. Setelah itu adik saya teriak, ternyata terkena tembakan itu adik saya kena di bagian lutut dan yang satu lagi di bagian paha,” ujar Juisnan

Warga yang mendengar adanya tembakan, mendatangi rumah korban sehingga keempat oknum anggota Brimob tersebut langsung mengamankan diri ke rumah Sekrtaris Desa (Sekdes), akibat melihat banyak kerumunan warga. Selanjutnya mereka (oknum Brimob) pergi meninggalkan rumah Sekdes dengan membiarkan korban yang bersimbah darah.

“Oknum Polisi itu langsung pergi ke rumah Sekdes tanpa membatu adik saya yang kena tembak. Setelah itu kami langsung larikan ke Puskesmas Obi. Besoknya, kami rujuk ke RSUD Labuha,” kata Juisnan.

Lanjut Juisnan dari empat orang oknum anggota tersebut, satu diantaranya diduga sudah mabuk minuman keras (miras). Dirinya berharap agar ke 4 Oknum Polisi yang telah melukai dua saudaranya itu ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Penjarakan dan pecat oknum anggota Polri itu,” harapnya

Sementara itu, Kapolres Halsel AKBP Agung Setyo Wahyudi, ketika dikonfirmasi di RSUD Labuha membenarkan adanya kejadian penembakan yang dilakukan anggota Brimob Polda Malut yang sedang melakukan tugas pengamanan di wilayah tambang nikel  PT MSP. Namun dirinya belum bisa berkomentar lebih jauh karena kejadian tersebut dilakukan anggota dari Polda Malut, kendati demikan pihaknya bakal menanggung semua biaya perawatan kedua korban.

“Semua biaya pengobatan itu kami yang tanggulangi. Mengenai oknum anggota polisi itu dari Polda Maluku Utara yang menugaskan langsung ke perusahaan yang ada di Desa Kawasi itu. Proses hukumnya kami akan tidak lanjuti,” kata Kapolres

Kapolres berjanji bakal mengganti seluruh anggota Polisi yang bertugas di Pulau Obi.

“Insya Allah kami akan mengganti anggota kami dengan yang baru di Pulau Obi,” pungkas Kapolres.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut