Pimpin Rakor Bersama Bupati-Walikota, Menko Maritim Bahas Rencana Sail Tidore dan GNMC

  • Bagikan
Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba memimpin Rakor Bersama Bupati-Walikota se-Malut (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama semua pimpinan daerah kabupaten/kota (Bupati/Walikot) se-Maluku Utara (Malut) dan seluruh Forkopimda, membahas dua event besar yang bakal berlangsung di Malut tahun 2021 mendatang.

Kegiatan yang didukung Kemenko Bidang Kemaritiman ini yakni Sail Tidore 2021 dan Peringatan 500 tahun Magellans atau Global Network of Magellans Cities (GNMC) pada September 2021 mendatang .

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan usai Rakor mengatakan, maksud kedatangannya ke Malut untuk mempresentasikan terkait rencana Sail Tidore dan mengenang 500 tahun mendaratnya Magellans Cities di Malut. Hal ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan  kesiapan dari Pemkot Tikep.

“Kami juga akan melakukan Rapat Terpadu di Jakarta yang melibatkan kementerian terkait dan direncanakan berlangsung minggu depan untuk duduk bersama menyatukan program ini (Sail Tidore dan Peringatan GNMC,” kata Luhut pada sejumlah wartawan di Grand Dafam Hotel Ternate, Sabtu (16/3/2019).

Pada kesempatan yang sama, Luhut mengaku dalam Rakor juga dibahas  perihal perkembangan ekonomi Indonesia saat ini yang ramai diisukan saat ini tidak berjalan normal.

“Terkait program ekonomi saat ini sudah berjalan dan saya menyampaikan kepada kita semua untuk melawan fitnah-fitnah yang menyebutkan hutang pemerintah banyak atau berlebihan dan masalah TKA yang ada di Indonesia dengan jumlah yang banyak dan orang Tiongkok yang berlebihan itu, semua berita bohong,” tegasnya.

Pemerintah akan fokus pada hasil komoditi dan perikanan dengan melakukan kerjasama, bersama pihak terkait dan akan segera melakukan rapat secepatnya dengan pemerintah pusat untuk bisa segera merealisasi program tersebut.

“Saat ini posisi ekonomi kita stabil meski pada krisis moneter namun posisi ekonomi dengan rata-rata tumbuh ekonomi 5,7 persen tertinggi ketiga di G20,” ujarnya.

Selain ekonomi, dibahas pula terkait pembangunan lapangan terbang di Desa Loleo Kecamatan Oba Tengah Kota Tikep dengan panjang 3.000 meter yang akan segera dilaksanakan. Namun kini masih menunggu pengurusan ketersediaan lahan bandara.

“Saya juga mengajak semua masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan tidak menebar fitnah dan menebar berita bohong mengenai presiden dengan memberikan peluang pada komunis, itu tidak benar,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut