Soal Kasus Proyek Sayoang-Yaba, Kejati Malut Harap Warga Bersabar

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), kembali melakukan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalan Sayoang-Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Kejati meminta warga Malut untuk tetap bersabar dan memberikan waktu tim penyelidik dalam menuntaskan kasus ini.

“Untuk kasus Sayoang-Yaba, sementara masih kita intens untuk dilakukan pemeriksaan tahap penyelidikan, bersabar saja karena prosesnya masih berjalan dan kita tunggu saja hasil seperti apa,” kata Kasi Penkum Kejati Malut Apris Risman Ligua kepada KabarMalut, Senin (18/3/2019).

Dari hasil pemeriksaan ini lanjut Apris, bisa saja cukup bukti kemudian ditingkatkan ke tingkat penyidikan atau bisa saja belum cukup bukti karena tidak terpenuhinya unsur tindak pidana korupsi atau belum cukup bukti ditindak lanjuti ke tahap penyidikan.

“Tetapi untuk kasus ini masih tetap berjalan jadi mohon bersabar saja kami sementara bekerja,” singkatnya.

Sekedar diketahui, kasus proyek Sayoang-Yaba sendiri dianggarkan melalui Anggar Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Malut tahun 2015 senilai Rp 49,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Bangun Utama Mandiri Nusa sesuai dengan surat perjanjian kerja (SPK) nomor: 600.62/SP/DPU-MU/APBD/BM/FSK.06/2015 tanggal 19 Juni 2015. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut