1.444 Anggota Linmas Halsel Terancam Tidak Miliki Pakaian Dinas

  • Bagikan
Ilustrasi: Pakaian Dinas Linmas

LABUHA – Sebanyak 1.444 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang melakukan pengawasan di 730 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 30 Kecamatan, terancam tidak memiliki baju dinas pada saat hari pencoblosan di Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang.

Hal ini terbukti, beberapa lembaga penyelenggara Pemilu seperti Bawaslu, KPU dan lembaga keamanan yakni Polres Halsel mempertanyakan realisasi baju dinas para Linmas tersebut.

“Kesiapan anggota Linmas masih terkendala logistik (Dinas) dari pemerintah daerah Halsel,” kata Kabag Ops Polres Halsel, AKP Roy Simangungsong ketika ditemui usai acara Vicon di Kantor Polres Halsel, Rabu (20/3/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim dan salah satu Komisioner KPU Halsel, Darmin Hi Hasim. Keduanya mengkhawatirkan atas kejadian ini dapat mengganggu proses pengawas Pemilu di tingkat TPS.

“Seharusnya secepat diselesaikan, jangan sampai mengganggu pengawasan di hari pencoblosan,” kata Kahar.

Terkait hal ini pihak Pemerintah Kabupaten Halsel melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merupakan dinas tehnis yang menangani langsung pengadaan baju dinas Limnas belum dapat dikonfirmasi. Begitu juga Sekrda Surya Helmi Botutihe selaku Ketua Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD). Keduanya masih fokus penyelenggaraan STQ di Desa Bibinoi Kecamat Bacan Timur Tengah. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut