Polmas  

Bawaslu dan PWI Malut Deklarasi Pemilu Bermartabat

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin dan Ketua PWI Malut, Halik Djokrora menandatangani Deklarasi Pemilu Bermartaban (Foto: Narjo/KabarMalut)

TERNATE – Bawaslu Provinsi Maluku Utara (Malut) dan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malut, mendeklarasikan Pemilu Bermartaban 2019.

Diawali dengan Penandatangan Deklarasi Pemilu Bermartabat oleh Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin dan Ketua PWI Malut Halik Djokrora, dilanjutkan para Ketua Bawaslu Kabupaten/Kota, para Pimpinan Redaksi media cetak dan online serta perwakilan dari OKP dan LSM di Malut yang berlangsung di Resto Floridas Ternate, Kamis (21/3/2019).

Empat point deklarasi yang ditandatangani diantaranya, akan mengawasi dan mengawal pelakasanaan Pemilu tahun 2019 guna mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Bawaslu dan PWI sepakat menolak segala bentuk diskriminasi berupa kampanye hitam, politisasi SARA, Politik Uang serta Pemilu berintegritas tanpa hoaks.

Dalam pemberitaan Pemilu selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) berdasarkan Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dan pada point ke-empat yakni, turut serta membantu TNI-Polri memberikan rasa aman bagi masyarakat Malut.

Selain penandatanganan deklarasi, Bawaslu dan PWI Malut juga melakukan penandatangan kerjasama Pengawasan Partisipatif, yang juga disaksikan para Ketua Bawaslu Kabupaten/Kota serta OKP dan LSM Malut.

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin dan Ketua PWI Malut, Halik Djokrora saat melakukan Penandatangan Kerjasama Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019 (Foto: Narjo/KabarMalut)

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin mengungkapkan, pelaksanaan Pemilu 2019 serentak ini diharapkan dapat berlangsung dengan kondusif, aman, damai dan sesuai yang diharapkan masyarakat. Karena itu, untuk menuju ke Pemilu seperti ini, butuh dukungan semua pihak, termasuk kalangan wartawan.

“Kami sudah melakukan pengawasan dari tahapan, hingga masa kampanye ini, sehingga untuk menciptakan Pemilu yang kondusif, butuh kerjasama yang baik antara kami dengan wartawan,” kata Muksin.

Dalam hal kemitraan Pengawasan Partisipatif ini, tentu tidak hanya sebatas pertemuan seperti ini dengan PWI. Untuk itu, Bawaslu langsung tindaklajunti dengan membuat nota kesepahamaan antara Bawaslu dengan PWI Malut.

“Hal ini dilakukan untuk menggapai pesta demokrasi agar berjalan dengan jujur, adil, dan transparan dan bebas dari segala bentuk pelanggaran Pemilu 2019, sehingga tercipta Pemilu yang bermartabat dan berintegritas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malut, Halik Djokrora mengatakan, apa yang dilakukan Bawaslu Malut menggandeng wartawan dalam melakukan pengawasan Pemilu serentak ini, bukan sekadar menginginkan Pemilu berjalan dengan kondusif, tapi juga berkualitas.

Halik menyambut baik langkah yang dilakukan Bawaslu, akan tetapi dalam menjalankan tuga jurnalis para wartawan yang tergabung dalam PWI tentunya menjalankan fungsinya, tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

“Wartawan itu dalam menjalan tugasnya, seperti tugas kerasulan, penyampai risalah. Tentunya apa yang disampaikan ini, sesuai fakta. Dan kami berkomitmen untuk menjadi pemeran yang baik,” ujar Halik. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut