YBSN Minta Maaf kepada Masyarakat Malut

  • Bagikan
Suasana Konfrensi Pers olej Kuasa Hukum YBSN, Henry Indraguna, dan Ketua MUI Kota Termate, H. Usman Muhammad (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Maluku Utara (Malut) terutama kaum muslim, atas pelaksanaan Karnaval Merah Putih di Pantai Army Dock Pulau Morotai beberapa waktu lalu, yang menimbulkan kegaduhan.

Kuasa Hukum YBSN, Henry Indraguna mengaku tidak memiliki alasan untuk mengelak atas kegiatan yang sudah meresahkan masyarakat Malut khususnya kaum muslim. Maka mewakili YBSN, menyampaikan permintaan maaf atas kehilafat tersebut.

“Saya selaku kuasa hukum dari YBSN meminta maaf kepada seluruh masyarakat Maluku Utara terutama masyarakat Pulau Morotai, Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, atas kegaduhan yang timbul sejak beberapa pekan belakangan ini,” ujar Henry dalam Konferensi Pers yang berlangsung  di Dhuafa Center Ternate, Kamis (21/3/2019).

Henry menyebutkan awalnya YBSN hanya berniat melakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas pada siswa-siswi di Malut. Sosialisasi dilakukan di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan dan Pulau Morotai, hanya saja setelah kegiatan selesai dianggap menyimpang pada ajaran agama tertentu sehingga meresahkan masyarakat.

“Setelah di Morotai barulah ada kegiatan yang dianggap penyimpangan agama dan itu hanya gagasan spontan dari pihak kreatif YBSN, kemudian menjadi viral dan membuat resah seluruh masyarakat Maluku Utara,” jelasnya.

Terkait adanya terompet sangkakala pada Karnaval Merah Putih, Henry menjelaskan terompet tersebut milik pribadi salah satu anggota YBSN yang sengaja dibawa untuk dijadikan hiburan. Hanya saja pada terompet itu tertulis simbol agama berwarna merah.

YBSN menghargai proses hukum yang menjeret anggota mereka dan kini menjelani proses di Polda Malut. Dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Sekali lagi saya meminta maaf, dan mari kita serahkan semuanya kepada pihak penegak hukum agar masalah ini segera diatasi, dan tidak akan terulang lagi dikemudian harinya,” tegasnya.

Ketua MUI Kota Ternate, H Usman Muhammad mengatakan kasus Karnaval Merah Putih kini telah ditangani Polisi bahkan penyidik sudah menetapkan tersangka yakni para penanggung jawab kegiatan. Masyarakat diimbau untuk menghargai proses yang sedang berlangsung serta tetap menjaga silaturahim Kerukunan Antar Umat Beragama.

“Kita tidak bisa main hakim sendiri, karena kita semua berada pada negara hukum dan mari kita berikan waktu dan kepercayaan kepada pihak aparat kepolisian untuk segera menyelesaikan masalah yayasan tesebut,” kata Usman.

MUI Kota Ternate berharap permasalah yang terjadi di Malut, tidak lagi terulang di wilayah Indonesia.

Terut hadir pula Ketua MUI Provinsi Malut, Ketua MUI Kota Ternater, Ketua MUI Kota Tidore Kepulauan, dan Jogugu Kesultanan Ternate. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut