BBM Langka, Warga Dua Kecamatan Demo Bupati dan PT Babang Raya

  • Bagikan
Massa aksi saat menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Halsel (Bud/KabarMalut)

LABUHA – Masyarakat Kecamatan Bacan Selatan dan Kecamatan Botang Lomang serta pihak sub penyalur, menggelar atas kelangkaan BBM. Massa menuntut Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba dan PT Babang Raya, agar mengambil kebijakan terkait kelangkaan BBM berupa premium dan solar di kedua kecamatan yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Massa yang berjumlah puluhan orang itu datang menggunakan satu unit mobil pick’up dilengkapi sound system  menggelar aksi di depan kantor Bupati Halsel, menuntut agar pendistribusian BBM ke tingkat kecamatan Bacan Selatan dan Botang Lomang, oleh PT Babang Raya selaku agen harus dilakukan setiap hari. Sebab sesuai dengan kesepakatan awal baik antara penyalur, pihak PT Babang Raya dan pemerintah, distribusi BBM ke tingkat penyalur harus setiap hari dengan kapasitas satu ton BBM jenis solar dan satu ton untuk jenis premium.

“Tapi sudah beberapa hari belakangan ini minyak yang didistribusikan hanya satu minggu satu kali. Artinya ada praktik pencurian disini, sebab kapasitas dari yang semestinya juga berkurang,” ungkap Salmin Gafar, Selaku Koordinator Aksi, Senin (25/3/2019).

Sambung Salmin, kondisi masyarakat yang ada di pedesaan khususnya di dua kecamatan tersebut saat ini sulit mendapatkan BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini sudah jelas dipicu akibat penimbunan dan monopoli harga yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Salmin.

Salmin juga mengaku harga premium di sejumlah APMS yang jelas dijual seharga Rp 6.450 per liter, kini naik menjadi Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per liter. Sedangkan untuk solar, terjadi peningkatan dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 10.000 per liternya.

“Padahal, jarak antara depot dan APMS di pusat Kota Labuha sangat dekat. Kalau di pusat kota harganya kerap dimainkan bagaimana dengan di desa-desa,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menuntut agar persoalan ini segera ditindaklanjuti Pemerintah Halsel dengan cara memanggil pihak Pertamina dan PT Babang Raya selaku distributor utama di Halsel, untuk membahasnya. Dalam aksi itu massa juga mendesak agar Bupati Halsel, Bahrain Kasuba supaya bisa menemui dan mengakomodir tuntutan mereka.

Sayangnya, tuntutan massa aksi tidak terpenuhi lantaran Bupati Bahrain tidak berada di tempat. Setelah menyampaikan pendapat di kantor bupati, massa aksi kemudian melanjutkan tuntutan yang sama di kantor PT Babang Raya di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut