Komputer Kurang, UNBK SMK Bumi Moro Dibagi Dua Sesi

  • Bagikan
Suasana UNBK di SMK Bumi Moro (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bumi Moro, Kabupaten Pulau Morotai, harus dibagi dalam dua sesi. Pasalnya, ketersediaan fasilitas komputer kurang atau tidak sebanding dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang.

Kepala SMK Bumi Moro,  Yatman Taba mengaku ketersediaan fasilitas penunjang UNBK berupa komputer tidak mencukupi untuk 33 siswa-siswi. Maka dibijaki dengan pembagian dua sesi untuk 33 siswa-siswi.

“Jadi kami hanya miliki 21 unit komputer, karena komputernya tidak cukup kami bagi siswa dalam dua sesi untuk ikuti ujian, dengan cara sebanyak 21 siswa masuk pada jam pertama, sisanya mengikuti ujian setelah 21 siswa selesai ujian, “ungkap Yatman saat ditemui sejumlah wartawan Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan, Senin (25/3/2019).

UBNK untuk dua jurusan SMK Bumi Moro ini, akan mengikuti empat mata pelajaran selama empat hari kedepan, yakni mata pelajaran hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari terakhir mata pelajaran Teori Kejurusan.

Bahkan dalam pelaksanaan UNBK tedapat gangguan, dimana terdapat tiga unit komputer bermasalah saat UNBK berlangsung karena alatnya mengalami kerusakan, meski sudah diperbaiki.

“Yang dikuatirkan hanya listrik padam dan gangguan jaringan, karena jika dua hal ini salah satunya bermasalah, maka ujiannya tidak bisa dilaksanakan. Tapi Alhamdulillah ujian hari pertama berjalan lancar, karena listrik dan jaringan normal seperti biasanya,” ujarnya.

Yatman menambahkan, tidak ada standar nilai dalam kelulusan, karena hasil ujian dikembalikan ke pihak sekolah dengan cacatan siswa yang mengikuti ujian tidak bermasalah dengan nilai dari semester satu hingga semester enam.

“Kami masih menggunakan aturan lama, dengan mengakumulasi nilai dari nilai lapor, nilai sekolah dan nilai ujian kompotensi kejuruan. Jika tiga item penilain ini lengkap, maka tentu siswanya pasti lulus ujian, untuk 33 siswa yang mengikuti ujian, insya Allah semuanya bisa lulus, karena mereka semua memenuhi tiga aitem penilain yang dimaksud, ” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut