Seleksi Paskibraka Halut Resmi Dibuka

  • Bagikan
Kepala Dinas Dispora Zakeus Manery menyampaikan sambutan Pembukaan Seleksi Calon Paskibraka tingkat Kabupaten Halut (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), resmi membuka seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Halut hingga Provinsi Maluku Utara (Malut) tahun 2019. Sebanyak 60 peserta calon Paskibraka dari 16 kecamatan mengikuti seleksi untuk bertugas pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RepubIik Indonesia (RI) ke-74 tahun.

Kepala Dispora Halut, Zakeus Manery mengaku 60 peserta tersebut diseleksi hingga menjadi 34 orang. Seleksi calon Paskibraka ini merupakan salah satu upaya untuk  mendapatakan paskibraka yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan.

“Sehingga momentum upacara detik-detik Proklamsi 17 Agustus nanti dapat berjalan lancar, khidmat dan tertib,” kata Zakesu dalam sambutan pembukaan Seleksi Paskibraka Halut tahun 2019 di Gedung Hotel Bryken, Selasa (26/3/2019).

Ia juga berpesan kepada para Panitia agar betul-betul selektif dengan penuh kesungguhan dan senantiasa mengutamakan objektivitas, agar hasil yang didapat nanti benar-benar berkualitas.

“Saya berharap agar 60 para calon Paskibraka agar siapkan mental dan fisik kalian serta menjaga kesehatan selama seleksi berlangsung,” pintanya

Ketua Purna Paskibraka Halut, Marshal Larenggam mengaku hasil seleksi 60 peserta ini akan dikirim ke Provinsi dan tingkat Nasional bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Adanya seleksi ini, untuk menyaring dan menghasilkan Paskibraka yang benar-benar mampu menjalankan tugasnya sebagai pasukan pengibar bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74.

“Paskibraka ini merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan jiwa pemuda melalui pelatihan kepemimpinan dengan kegiatan pelatihan Paskibraka,” tuturnya

Marshal  mengajak 60 peserta calon Paskibraka yang mengikuti diseleksi agar bangga jika kelak terpilih sebagai anggota Paskibraka, karena menjadi Paskibraka tidaklah mudah, namun harus melalui proses tahapan seleksi yang ketat dan transparan.

“Yang terbaiklah yang terpilit, semuanya itu harus diperjuangkan sejak dini, harus benar-benar memerlukan pengorbanan, juga memerlukan niat, tekad, semangat dan kerja keras yang tinggi serta keuletan dan ketekunan dari para peserta seleksi itu sendiri,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut