Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, BNI Syariah Morotai Gelar Goes To School

  • Bagikan
Sub Branch Manager BNI Syariah KCP Pulau Morotai, Suratman Anwar saat menyampaikan sambutan pada OJK Goes To School di Sekolah MAS Nurul Huda Gotalamo (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pulau Morotai bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Goes To School di Sekolah MAS Nurul Huda Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (28/3/2019).

Sub Branch Manager BNI Syariah KCP Pulau Morotai, Suratman Anwar menyampaikan  saat ini Industri Keuangan Syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, dimana aset perbankan syariah tumbuh sebesar 12,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 9,2 persen.

“Namun saat ini tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia hanya sekitar 8 persen, masih sangat kecil dibandingkan literasi keuangan konvensional sebesar 30 persen,” ungkap Surahman dalam sambutannya.

Seiring dengan rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah sebesar 11 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan konvensional sebesar 68 persen. Suratman berharap melalui program OJK Goes To School ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, terutama terhadap produk dan layanan jasa keuangan syariah serta membuka akses keuangan untuk sektor perbankan syariah.

“BNI Syariah menjadi salah satu bank syariah yang turut meluncurkan produk tabungan SimPel iB Hasanah dan memperkenalkan ke berbagai sekolah, tabungan SimPel iB Hasanah sendiri memiliki pengertian sebagai tabungan yang diterbitkan oleh bank-bank di Indonesia bagi generasi muda,” pungkasnya.

Pemasangan PIN SimPel dan pembagian buku tabungan SimPel iB Hasanah secara simbolis (Foto: Fizri/KabarMalut)

Kepala Sekolah MAS Nurul Huda Gotalamo, Nurhayat Bayan menyampaikan inti dari mitra kerja yang terjalin saat ini bersama OJK dan BNI Syariah KCP Morotai, yakni meringankan beban orang tua sekaligus guru-guru sebagai orang tua di sekolah.

“Membuka rekening tabungan sejak dini sangat penting dalam melatih siswa tersebut menabung, dan lewat buka rekening di BNI Syariah siswa dengan persyaratan yang mudah sudah bisa memiliki tabungan dan kartu ATM, meski menabung dengan saldo Rp 1.000 setidaknya siswa sudah diajarkan untuk menabung sejak dini,” tandasnya.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Pulau Morotai, Mukmin Ali yang juga hadir menyampaikan kegiatan yang digelar saat ini sangat bagus dan penuh edukasi. Sehingga bisa menanamkan edukasi bagi siswa bahwa menabung itu penting.

“Dengan menabung kita bisa menghemat, seperti pepatah mengatakan hemat pangkal kaya, untuk itu bagi siswa-siswi sebaiknya uang jajan yang diperoleh dari orang tua sebagiannya ditabung di BNI Syariah yang sudah menjadi mitra kerja,” harapnya.

Mukmin menyakinkan kepada seluruh siswa-siswi bahwa BNI Syariah merupakan bank yang tidak ada unsur Riba, karena BNI Syariah memiliki langkah-langkah kerja sesuai Al -Quran dan Sunnah.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dengan pemateri Afif Goraahe. SimPel iB Goes To School di laksanakan serentak di 18 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Banten, Riau, Jambi, Lampung, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yaitu tepatnya di Kabupaten Pulau Morotai. (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut