Foto ASN Pemprov Rapat Tim Capres Viral, Bawaslu Malut Langsung Kaji

  • Bagikan
Oknum ASN Pemprov Malut, Tahmid Wahab (kaos hitam) bersama Rapat Bersama TKD Jokowi-Ma'ruf Malut menggelar Rapat yang viral di WhatsApp (Foto: Istimewa)

TERNATE – Sebuah foto menggambarkan keterlibatan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) bernama Tahmid Wahab, ikut terlibat dalam Rapat Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf), beredar luas di media sosial (Medsos) WhatsApp dan menjadi viral.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Malut, telah mendapat foto tersebut langsung merspon dengan mengkaji foto ASN yang sedang mengikuti kegiatan di salah satu Hotel di Ternate itu. Kajian dimaksud, sebagai bentuk tindak lanjut investigasi memastikan kegiatan tersebut kapan dilakukan karena belum ada laporan resmi.

“Saya sudah melihat foto tersebut, dimana ada foto kegiatan yang kami duga mirip kampanye karena ada baliho Jokowi Ma’ruf dan kebetulan didepan baliho tersebut ada salah satu oknum ASN, sebelum kita menetapkan ini pelanggaran atau tidak kita tentunya harus melakukan investigasi terdahulu untuk memutuskan apakah ini masuk dalam klasifikasi pelanggaran atau tidak,” ungkap Ketua Bawalu Malut, Muksin Amrin saat dikonfirmasi KabarMalut, Jumat (29/3/2019).

Jika oknum ASN dinilai memenuhi unsur  dugaan pelanggaran, Bawaslu bakal melayangkan surat pemanggilan terhadap ASN tersebut untuk dimintai klarifikasi bersamaan dengan panitia penyelenggara dan nama-nama yang ada pada foto tersebut.

“Kita tidak bisa serta merta menetapkan ini pelanggaran tanpa melakukan investigasi, apalagi hal ini belum masuk laporan resmi dan tidak ada laporan dari siapapun hanya saja ada yang mengirim foto tersebut dan inputnya kegiatan tersebut di Hotel Muara,” jelasnya.

Prinsipnya, lanjut Muksin, berdasarkan Undang-Undang ASN dilarang terlibat dalam kampanye dan tim kampanye dilarang melibatkan ASN. Bawaslu melakukan investigasi guna mengungkap kegiatan dimaksud.

“Kita akan mencari tahu apakah hal ini berdasarkan inisiatif ASN itu sendiri atau memang yang bersangkutan itu dilibatkan, selebihnya untuk siapa yang nantinya dipidanakan nanti ada investigasi terdahulu,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut