Kejati Diminta Serius Tangani Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Bibit Jagung

  • Bagikan
Akademisi Hukum Unkhair Ternate, Abdul Kadir Bubu (Ist)

TERNATE – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Abdul Kader angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi anggaran Pengadaan Bantuan Bibit Jagung pada Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut) tahun 2017-2018 sebesar Rp 160 miliar.

“Untuk kasus pengadaan bantuan bibit jagung tersebut sudah lama dipersoalkan, sekarang Kejaksaan Tinggi (Kejati) masuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, jika kasus ini sungguh-sungguh maka kita sebagai stakeholder akan memberi sport kepada Kejati,” kata Abdul Kadir kepada KabarMalut, Jumat (29/3/2019).

Namun secara pribadi, Abdul Kadir merasa pesimis dengan langkah Kejati Maluku melakukan penyelidikan kasus ini. Hal ini didasari banyak kasus yang ditangani Kejati Malut tetapi tidak diselesaikan, seperti kasus pinjaman Pemda Halmahera Barat (Habar) senilai Rp 159 miliar, proses penyelidikan di tengah jalan telah putus dengan alasan tidak ada tindak pidana korupsi.

“Nah sekarang mau masuk lagi dengan kasus bibit jagung, kasus ini sangat besar anggarannya bahkan ratusan miliar. Jika Kejati sungguh-sungguh maka kita melihat bahwa sejauh mana Kejati tangani, jangan sampai kasus ini main-main juga dengan Kejati yang sekarang katanya mau dilidik kasus besar ternyata kaya bagitu, akhirnya selesai juga menguap kemana-mana itulah dikhawatirkan,” ujarnya.

Meski begitu, mantan Komisioner KPU Kota Ternate ini memberikan apresiasi dan support yang tinggi terhadap Kejati Malut untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan Bibit Jagung ini. Dikepemimpinan Kejati Malut oleh mantan penyidik KPK, Wisnu Baroto diharapkan kasus korupsi yang berskala besar bisa segera diselesaikan.

“Kinerja Kejati tidak terlihat di Malut oleh karena kita meminta kepada Kajati jika penyelidikan ini dilakukan, maka dengan sunguh-sunguh mengungkap letak tindak pidanya ada atau tidak, ini sangat penting sekali. Diharapkan Kajati secepatnya menuntaskan kasus ini, sebab kasus ini bermaslah sejak lama,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut