Bawaslu Pulau Morotai Sosialisasi Partisipatif Peran Perempuan Mengawasi Pemilu

  • Bagikan
Sosialisasi Partisipatif Peran Perempuan dalam Mengawasi Pemilu 2019 (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pulau Morotai menggelar Sosialisasi Partisipatif dengan  mengusung tema ‘Peran Perempuan Dalam Mengawasi Pemililhan, DPR, DPD, DPRD Serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019’. Kegiatan dengan narasumber yakni Kordiv Pengawasan Bawaslu Malut Masita Nawawi dan Komisioner KPU Pulau Morotai, Irwan Abas, berlangsung di Hotel Perdana, Minggu (31/3/2019)  .

Kordiv Hukum dan Penindakan Bawaslu Pulau Morotai, Seni Soamole menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mengajak perempuan berperan aktif dalam melakukan pengwasan partisipasi dalam Pemilu di tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Informasi yang lengkap tidak hanya pada laki-laki atau peserta Pemilu, tetapi perempuan juga merupakan salah satu kesetaraan jender,” kata Seni.

Menurut Seni, perempuan yang cerdas itu perempuan yang memilih berdasarkan hati nurani bukan paksaan dari suami atau lain-lain. Sehingga perempuan yang cerdas itu perempuan yang jika melihat pelanggaran dapat melaporkan ke Bawaslu secara berjenjang.

“Ini merupakan tujuh program Bawaslu RI, salah satunya mengajak kaum perempuan dalam melakukan pengawasan partisipasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Pulau Morotai, Murjad Hi Untung menyampaikan bahwa Pemilu kali ini masih mengacu dengan  Pemilu-Pemilu sebelumnya, tetapi regulasinya sudah berubah, maka diharapkan kaum perempuan untuk melakukan pengawasan partisipatif.

“Selain kegiatan partisipatif mensosialisaikan kepada keluarganya, tetangganya  serta sahabat-sahabatnya. Sampai saat ini pengawasan perempuan masih minim, hal ini terlihat pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk pengawsan perempuan masih begitu minim,” tutur Murjad.

Murjad menambahkan kegiatan seperti ini sangat diharapkan sehingga kaum perempuan juga berpartisipasi sepenuhnya, dan tidak kalah berbeda dengan laki-laki untuk melakukan pengawasan.

“Saya juga sampaikan tadi jika dalam proses pengawasan partisipatif ini berjalan dan ada kendala tidak sempat atau takut karena itu teman dan keluarganya melakukan pelanggaran, maka diberitahukan saja ke Bawaslu tingkat bawahnya untuk dijadikan informasi awal dan kami akan melakukan investigasi,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut