Wagub Malut dan Bupati Morotai Tinjau Kawasan Konservasi PT MMC

  • Bagikan
Wagub Malut, Muhammad Natsir Thaib saat di wawancarai Wartawan KabarMalut di PT Morotai Marine Culture Pulau Ngele Ngele (Foto: Istimewa)

DARUBA – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara (Malut), Muhammad  Natsir Thaib bersama Bupati Pulau Morotai Benny Laos, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Malut Buyung Rajilun dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suryani Antarani dan staf khusus bupati, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Ngele Ngele untuk meninjau kawasan konservasi dan pengembangan kerja sama PT Morotai Marine Culture (MMC).

Wagub Malut, Muhammad  Natsir Thaib mengaku peninjauan kawasan konservasi dan pengecekan ke PT MMC yang terletak di Pulau Ngele Ngele, dirinya ingin melihat langsung budidaya kelautan yang dilakukan PT MMC seperti, rumput laut, mutiara, ikan dan udang, karena hal tersebut merupakan bagian dari konservasi.

“Saya melihat Ngele Ngele memiliki potensi lingkungan yang mendukung untuk budidaya kelautan dan pariwisata,” tutur Natser, Rabu (3/4/2019).

Wagub berharap melalui program pengembangan yang digagas Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk di Pulau Ngele Ngele, terutama dalam menopang kesejahteraan.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Malut, Buyung Rajilun mengaku kunjungan dan pengecek secara langsung dilakukan Pemrov dan Pemda Pulau Morotai di PT MMC, senantiasa untuk mengetahui kondisi di lapangan.

Bagi Buyung hingga saat ini banyak persoalan yang perlu diselesaikan dengan perlu peluang dalam pengembangan kelautan, karena selain ikan ada juga hasil laut lainnya yakni Udang Vaname. Karena yang kita ketahui bersama bahwa Pulau Morotai selama ini dikenal sebagai daerah produksi ikan Tuna.

“Morotai saat ini semakin dikenal sebagai daerah produksi ikan Tuna, sehingga perlu adanya pengembangan kerja sama dengan perusahaan terkait yakni udang Vaname,” kata Buyung.

Buyung berjanji dalam pengembangan udang vaname kedepan, pihaknya bakal menyiapkan bibit, pakan dan kebutuhan perusahan. Namun hingga ini, masih terdapat keluhan dari perusahaan terkait ketersediaan lahan yang seharusnya diselesaikan Pemda Pulau Morotai untuk realisasi pengembangan kerjasama kedepan.

“Untuk lahan sepenuhnya menjadi kewenangan dari Bupati dan diharapkan Bupati bisa membantu menyelesaikan, karena saat ini lokasi perusahaan berada di kawasan hutan lindung,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut