Dispar Kepsul Promosi Pariwisata di Deep And Extreme Indonesia 2019

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata Kepsul, Muhammad Drakel didampinggi Pemerhati Pariwisata Kepsul Khusus Underwater, Syarfudin Koroy mempromosikan wistawa Kepsul di Deep and Extreme Indonesia (DXI) ke-13 tahun 2019 di Hall B Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) mengembangkan pariwisata terus dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) setepat. Di ajang Deep And Extreme Indonesia (DXI) ke-13 tahun 2019, Dispar Kepsul mempromosikan spot-spot wisata yang indah dan tak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

Dihadapan para hadiri DXI  Kepala Dispar Kepsul, Muhammad Drakel didampinggi Pemerhati PariwisataKepsul Khusus Underwater, Syarfudin Koroy memaparkan potensi wisata yang dimiliki Kepsul, yang berlangsung di gedung Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Muhammad Drakel mengatakan Kepsul baru pertama kalinya mengikuti kegiatan  DXI sehingga dalam momentum iniu mempromosikan wisatawa yang dimiliki Kepsul, untuk mengembangkan kedepan khususnya wisata bahari.

“Ini merupakan moment yang sangat luar biasa dengan begitu pada tahun yang akan datang diupayakan untuk mengikuti kegiatan ini, seterusnya agar bisa mempromosikan wisata di Kepsul, pada kegiatan yang bernuansa internasional terbesar se-Asia Tenggara seperti Deep And Extreme Indonesia tahun 2019 ini,” ungkap Muhammad.

Potensi wisata yang ada di Kepsul sangatlah banyak, termasuk wisata pantai, wisata bahari, wisata sejarah, wisata budaya, wisata kuliner, wisata mangrove, wisata religi dan memungkinkan juga ada wisata pendidikan dan wisata idukasi, karena ada beberapa hutan lindung mangrove di Kepsul yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikan wisata penelitian dan edukasi.

“Keinginan Pemerintah Kepsul dalam pengembagan pariwisata di tahun 2020  dikhususkan untuk wisata bahari dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar pantai dari sebagian populasi mangrove dan terumbu karang akan dijaga oleh pemerintah untuk dikembangkan,” jelasnya.

Dispar Kepsul sendiri sudah membangun tiga destinasi wisata yakni wisata mangrove untuk dijadikan wisata budidaya, wisata bahari dan wisata diving dan terus dikembangkan agar Kabupaten Kepsul bisa dikenal oleh wisatawan nusantara dan mancan negara.

“Untuk ekosistem bawa laut bahari yang sekarang ini Dispar Kabupaten Kepulauan Sula andalkan yaitu wisata bahari, karena terdapat ekosistem bawa laut yang menarik, ada beberapa ekosistem bawa laut yang diandalkan yakni Penyu, Hiu, Lumba-lumba (dolpin), Paus dan lainya, dari beberapa ekosistem ini gampang sekali untuk ditemui di spot-spot yang ada di Kepsul,” terangnya.

Beberapa ekosistem di Kepsul yang ditemui pada spot-spot tertentu terdapat beberapa pengunjung mancan negara yang sering dikunjungi seperti wisatawan dari Jerman, wisatawan Amerika, wisatawan Inggris dan wisatawan dari Jepang. Namun spot wisata ini belum banyak terekspos ke luar, dikarnakan tingkat promosi yang dilakukan masih minim, jika ada yang ingin berkunjung di persilahkan, karena masih banyak potensi yang ada di Kepsul.

“Saya berharap pada teman-teman pengiat wisata yang ada untuk berkeinginan berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Sula, kami berupaya untuk bisa membantu dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik agar pengiat wisata yang datang di Sula (Kepsul) bisa menyatu terhadap potensi yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerhati Pariwisata Kepsul Khusus Underwater, Syarfudin Koroy menambahkan di Kepsul baru mengembangkan pariwisata di tahun ini, untuk itu pada tahun berikutnya sebagai pemerhati wisata akan terus didorong mulai dari tingkat promosinya yang ada di Kepsul.

“Tahun ini dengan kerja keras dan usaha hingga Dispar Kepsul bisa tampil di event Deep And Extreme Indonesia (DXI) ke-13 tahun 2019, dengan berbagai tampilan spot-spot menarik untuk ditunjukan pada sejumlah pengunjung dari hasil ekosistem yang ada di Kepulauan Sula,” kata Syafrudin.

Syarfudin mengatakan, untuk Kabupaten Kepsul sudah terdapat satu Diving Center dengan satu komonitas selam kurang lebih 10 orang. Untuk itu, bagi penggemar diving yang ingin berkunjung ke Kepsul sudah ada peralatan dan pemandu dari komonitas yang ada untuk siap melayani.

“Spot yang ada di Kepsul sendiri terdapat 24 spot menarik, yang tersebar di Kabupaten Kepsul yakni dari Spot Mata Aya Fattina Baleha, Spot Fatkauyon, Spot Faiihi Waigoyofa, Spot Nona Gem Fatkauyon,  Spot Wai Ipa Beach, Spot Fuata, Spot Pulau Sambiki, Spot Oba Kakon Fatkauyon, Spot Ban Bepa Sanana, Spot Nona Gem, Spot Fuata, Spot Oba Kakon Fatkauyon, Spot Tanjung Waka dan lainya,” pungkasnya.

Diketahui, Kabupaten Kepsul letaknya di Provinsi Malut, jika dilihat dari sisi geogerafis Kabupaten Kepsul lebih dekat dengan Pulau Ambon, tetapi berada di wilayah Malut. Kepsul merupakan salah satu kekuasaan kerajaan Ternate pada waktu dulu.

Akses  menuju ke Kepsul terdapat dua pintu utama yakni, bisa melalui jalur udara dari Kota Ternate dan Kota Ambon. Untuk akses lautnya bisa melalui Manado, (Sulut), Banggai (Sulteng), Ambon (Maluku) dan juga Kota Ternate (Malut). (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut