Tiga Pria di Halsel Perkosa Anak Berusia 12 Tahun

  • Bagikan
Ilustrasi

LABUHA – Tindakan bejat dilakukan tiga oknum warga pada salah satu desa di Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mereka diduga memperkosa seorang anak berusia  12 yang tidak lain adalah tetangga par apelaku. Aksi pemerkosaan ini dilakukan secara bergantian oleh tiga pelaku yaitu, Hamid (55), Husen (50) dan Masri (45).

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 22  Maret lalu di kebun milik salah satu pelaku. Kini kasus tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian Polres Halsel. Korban didampingi ayah kandungnya beinisial J  mengaku awalnya sedang mandi di kali, kemudian pelaku Hamid memanggil untuk ikut main ke kebun, tanpa menolak dirinya ikut, namun ternyata Hamid juga memanggil kedua pelaku lain yaitu Husen dan Masri.

“Saat itu saya ada di kali, tiba-tiba Om Hamid panggil ajak ke kebun, saya langsung ikut tapi ternyata sampai di sana sudah ada Husen dan Masri,” ungkap korban kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Sambung korban, sesampai di kebun pelaku Hamid langsung menutup mulutnya menggunakan tangan, kemudian Husen dan Masri menahan tangan dan kaki korban, kemudian memperkosa korban secara bergilir diawali oleh Hamid.

“Waktu itu yang duluan perkosa Om Hamid, abis ganti Om Husen dan terakhir Masri,” tutur korban dengan nada datar.

Usai memerkosa dirinya dibiarkan begitu saja, korban kemudian pulang ke rumh dan menceritakan pada ibunya, dan langsung melaporkan ke polisi untuk proses hukum para pelaku.

Sementara itu ayah korban J meminta pihak kepolisian Polres Halsel agar segera menangkap ketika pelaku yang kini masih bebas berkeliaran di desa.

Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmajaya melalui Kanit PPA Bripka Ikram Totitoy,  membenarkan adanya peristiwa ini. Ikram mengaku kasus ini baru dilaporan tadi, sehingga mengali laporan tersbut korban langsung divisum dan memeriksa korban.

“Kita sudah mintai keterangan korban selanjutnya kita minta keterangan Ibu kandungan korban sebagai saksi,” ucap Ikram.

Setelah mendengar keterangan saksi Ibu kandung korban, selanjutnya ketiga pelaku yang diduga bakal dipanggil untuk dimintai keterangan. Meski demikian kata Ikram ketiga terduga pelaku itu masih bestatus sebagai saksi, karena pihaknya masih kekurangan alat bukti.

“Saksi masih minim untuk memenuhi unsur tindak pidana persetubuhan anak dibawa umur,” tandas Ikram. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut