Kades Tidak Hiraukan Undangan Warga, Kantor Desa Luari Dipalang

  • Bagikan
Sejumlah warga Desa Luari melakukan pemalangan kantor Desa (Foto: Istimewa)

TOBELO – Sejumlah warga Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) geram atas tindakan Kepala Desa (Kades) Luari, Naser Abdul Asis dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Like Djurumudi kecewa dengan memalang pintu kantor desa, Jumat (5/4).

Pemalangan pintu kantor dengan menggunakan kayu lata berukuran besar sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap Kades dan Direktur BUMDes diduga menyalahgunakan anggaran BUMDes Rp 150 juta tahun 2018.

“Kami kecewa karena Kades dan Direktur BUMDes telah menyalahgunakan anggaran BUMDes sebesar Rp 150 juta yang sampai saat ini program BUMDes tidak direalisasi,” ungkap Tokoh Pemuda Desa Luari, Rijal Tamodehe kepada wartawan, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Rijal, seharusnya anggaran BUMDes diperuntuhkan untuk pengelolaan program usaha kopra dan usaha mebel untuk prabot rumah tangga, namun nyatanya program itu hingga kini tidak jalan. Ketidak jelasnya peruntukan anggaran BUMDes Rp 150 juta, warga merasa kecewa lantaran Kades dan Ketua BUMDes tidak memberikan keterangan berupa penjelasan penggunaan anggaran BUMDes tersebut, akibatnya warga melontarkan kekecewaan dengan tragis melakukan aksi pemalangan kantor Desa di malam hari Jumat pukul 22:15 WIT.

“Kami sangat kecewa karena ketika kami meminta keterangan dari Kades, namun Kades tidak bersedia hadir selama dua kali pertemuan digelar,” katanya.

Ketua BPD Luari, Almudin Barakati mengatakan sudah melakukan rapat selama dua kali pertemuan dengan masyarakat, terkait meminta keterangan dan kejelasan dari Kades mengenai realisasi anggaran BUMDes tahun 2018 sebanyak Rp 150 juta, untuk usaha Koperasi Kopra dan Usaha Meubel alat dapur. Akibatnya ketidak hadiran Kades memicu kekecewaan masyarakat untuk memboikot kantor desa dengan malang pintu kantor.

“Kami hanya membutuhkan kejelasan dari Kades, selama dua kali pertemuan diundang, kades terkesan tidak menghiraukan, akibatnya memicu kemarahan warga, kantor pun menjadi sasaran untuk dipalang menggunakan kayu,” terang Alimudin. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut