Polres Ternate Tangguhkan Penyelidikan Dugaan Penggelapan Dana Koperasi PDAM

Yasim Mujair
Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Randhir Prakarana (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE  – Penanganan penyelidikan dugaan penggelapan Anggaran Koperasi Karyawan Tirta Dharma pada PDAM Kota Ternate senilai Rp 3,7 miliar lebih tahun 2013-2017, kini masih ditangguhkan Penyidik Polres Ternate.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Randhir Prakarana mengaku anggaran yang diduga digelapkan oleh mantan Ketua Koperasi Abdul Gani Hatari tersebut kini pihaknya menunggu hasil mediasi secara internal.  Meski begitu, terdapat 6 saksi telah dipanggil untuk diperiksaa termasuk Bendahara dan mantan Ketua Koperasi yang kini menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Ternate.

“Sejauh ini kita masih menunggu hasil mediasi internal PDAM Ternate, tapi sekitar 6 orang telah dipanggil untuk mengklarifikasi dugaan kasus ini,” kata Randhir kepada KabarMalut, Senin (8/4/2019).

Randhir menjelaskan, kasus dugaan penggelapan dana itu terkait dana Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi PDAM Ternate bermasalah tiga tahun berturut-turut. Penanganan kasus ini setelah pihaknya menerima aduan dari Ketua Dewan Pengawas Koperasi Karyawan Tirta Dharma, Makmur Husain.

Penyidik kemudian memanggil mantan Ketua Koperasi Abdul Gani Hatari beserta Bendaharanya guna dimintai klarifikasi saat menjabat. Dana koperasi sebesar Rp 3,7 miliar itu diduga belum dibagikan hasil koperasi kepada pengawai PDAM Ternate, terbukti Rancangan Anggaran Tahunan ( RAT) tidak ada.

Randhri mengaku kasus ini belum bisa disebut dugaan korupsi karena bukan anggaran negara atau daerah yang dipakai. Sebaliknya anggaran secara internal yang masuk kasus penggelapan yang diduga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kita tetap memantau atas dasar aduan dari pihak pelapor. Hasilnya seperti apa menunggu hasil mediasi internal itu. Kalaupun buntut akan ditangani secara resmi oleh penyidik untuk diusut dugaan kasus ini,” pungkasnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut