Polres Halut Musnakan 10 Senpi Rakitan dan 572 Liter Miras

  • Bagikan
Kapolres Halut AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo DAN Bupati Halut Frans Manery bersama Forkopimda hendak memusnahkan barang bukti Senpi Rakitan (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Polres Halmahera Utara (Halut) memusnahkan 10 senjata api (Senpi) rakitan dan 572 liter Minuman Keras (Miras) berbagai jenis seperti Cap Tikus, Ciu dan Bir hasil operasi Cipta Kondisi. Pemusnahan berlangsung di halaman Mapolres Halut, Selasa (9/4/2019).

Kapolres Halut, AKBP Yuyun Arif Kus Hendaratmo mengatakan kegiatan pemusnahan barang bukti Miras dari hasil operasi Cipta Kondisi ini berkaitan dengan persiapan dalam pelaksanaan Pemilu. Selain itu, ada beberapa pucuk Senpi rakitan jenis laras panjang dan pistol hasil penyerahan langsung dari masyarakat .

“Ini sebagai bentuk kesadaran masyarakat dalam ikut berpartisipasi menjaga situasi Kamtibmas yang sudah kondusif,” kata Yuyun usai pemusnahan.

Senpi rakitan yang dimusnakan bukan didapat dari hasil operasi, namun dari pendekatan pihak kepolisian dan kesadaran masyarakat terkait dengan sisa- sisa senjata pasca konflik. Diharapkan kesadaran masyarakat Halut yang masih memiliki Senpi untuk bisa menyerahkan kepada pihak kepolisian atau TNI, tanpa dikenakan sanksi bahkan bakal diberikan apresiasi.

“Berbeda ceritanya apabila kita menemukan di lapangan, karena merupakan suatu pelanggaran tindak pidana, tetapi jika masyarakat yang menyerahkan kepada Polisi ataupun pihak TNI, maka akan diberikan apresiasi yang sebesar-sebenarnya,” jelasnya.

Kapolres Halut AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo bersama, Bupati Halut Frans Manery dan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat memusnahkan barang bukti Miras (Foto: Ronalad/KabarMalut)

Sementara itu, Bupati Halut, Frans Manery memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian atas pendekatan persuasif sehingga  barang-barang terlarang (Senpi) bisa terkumpul. Hal ini juga membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat  Halut semakin hari semakin tinggi.

“Saya harapkan agar kita sama-sama memberikan  sosialisasi kepada masyarakat,  sehingga apabila masih ada barang-barang seperti ini (Senpi). Masayarakat segera menyerahkan ke pihak berwajib untuk dimusnakan secara  bersama-sama, terkait dengan Miras yang pada akhirnya berdampak pada resiko kecelakaan dan menimbulkan  instabilitas, ini harus kita hindari terutama menghadapi pelaksanaan Pemilu yang akan digelar,” ujarnya.

Pemusnahan disaksikan langsung Bupati Halut Frans Manery, Ketua DPRD Yulius Dagilaha, Sekda Fredy Tjandua, Kasdim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel, Waka Polres Kompol Rudi Saiful Hadi, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Martha Maitimu, Kalapas Rizal, mewakili Dansatgas Pamrahwan Lettu Inf I Pesireron (Pasi Intel Satgas) Dankipan C Yonif RK 732/Banau Kapten Inf Wahyu serta seluruh Perwira Polres Halut, masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

Untuk diketahui, Senpi yang dimusnakan  terdiri dari 1 pucuk laras panjang mounzher rakitan, 1 pucuk laras panjang AK 47 rakitan,  1 pucuk laras panjang M16, 1 pucuk laras panjang roger mini dan 2 pucuk laras panjang SS1 rakitan, 1 pucuk laras pendek rev olver rakitan, 1 pucuk laras pendek pistol rakitan dan 1 pucuk laras pendek FN asli.

Sementara Miras yang dimusnakan yakni jenis Cap Tikus sebanyak 500 liter (10 jerigen ukuran 25 liter), 7 botol aqua sedang dan 7 kantong plastik, jenis Ciu sebanyak 50 liter (2 jerigen ukuran 25 liter) dan Bir Putih sebanyak 5 botol. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut