Kajati Malut Dinilai Gagal Tangani Kasus Korupsi

  • Bagikan
Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kadir Bubu (Foto: Dok.KabarMalut)

TERNATE – Setelah dilantik sebagai Kajati Maluku Utara (Malut) sejak Desember 2018 silam. Kinerja Kajati Malut, Wisnu Baroto patut dipertanyakan. Pasalnya, sejumlah kasus korupsi yang ditangani Kejati tidak jalan alias mandek. Ini terbukti janji Wisnu untuk mengevaluasi sejumlah kasus korupsi diantaranya. Dugaan korupsi pinjaman Pemkab Halmahera Barat (Halbar)
senilai Rp. 195 miliar melalui BANK BPBD Maluku serta berbagai kasus lain tidak berjalan.

Menilai buruknya kinerja Kejati, dibawah kepemimpinan Wisnu, Akademisi Hukum Unkhair Abdul Kadir Bubu menilai kepemimpinan Wisnu sebagai Kajati malut gagal menangani sejumlah kasus korupsi. Sebagaimana ditegaskan Abang Bubu sapaan akrabnya menuturkan, janji Wisnu yang latar belakangnya sebagai mantan penyidik KPK untuk memberantas sejumlah praktik korupsi yang saat ini ditangani belum terlihat jelas. Sebab, pasca dilantik Wisnu dinilai gagal menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang saat ini ditangani.

“Saya tidak percaya janji Kajati sejak pertama beliau dilantik. Karena sampai saat ini Wisnu tidak ada terobosan sebagaimana Kajati sebelumnya” tegas Bubu. Kepada kabarMalut, Rabu (24/4/2019).

Bubu menagih janji Wisnu, yang pertama mengevaluasi seluruh proses penanganan kasus di kejatipun tidak pernah terlaksana. Itu artinya bahwa benar kita tidak boleh percaya dengan kajati.

Selain itu, sikap Kajati yang terkesan tertutup dengan awak media, juga dinilai menghambat pekerja pers. Sikap Kejati ini turut menghambat penanganan kasus apalagi menutup diri dengan pekerja pers.

“Kalau sikap Kajati yang menutup diri dari awak media tentu publik pertanyakan ada apa dengan Kajati? Keberadaan wartawan hanya mengawal sejumlah kasus yang ditangani penyidik, itu artinya bahwa kejaksaan tinggi ternyata tidak serius memberantas korupsi. Kalau dia memang benar- benar serius tolong buktikan” tantang Bubu.

Bubu berharap, jika benar-benar Wisnu Baroto serius menangani sejumlah perkara yang ditangani masa Kajati Ida Bagus Nyoman Wismantanu, tentu setelah menjabat Kejati Malut yang sudah berjalan kurang lebih 6 bulan pastinya ada beberapa kasus yang harus diselesaikan. Tapi buktinya Pinjaman Halbar jalan ditempat, Waterboom dan dugaan korupsi pengadaan alat laboraturiam Diknas Provinsi Malut. Namun nyatanya dari sejumlah kasus mandek di meja Kajati.

“Bahwa apa yang dilakukan oleh Kajati dan disampaikan selama ini kan hanya omong kosong, bahkan tidak terbukti apapun dan selama ini kajati hanya berkoar- koar seperti yang lain – lain.” Pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut