280 TKA PT Harita Group Miliki Izin Bekerja

  • Bagikan
Deputi Head CSR and External Relation PT Harita Group, Alexander Liema (Foto: Istimewa)

TERNATE – Deputi Head CSR and External Relation PT Harita Group, Alexander Liema menepis stigma adanya tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja di perusahan pertambangan nikel tersebut.  Alexander mengemukakan data yang menunjukkan bahwa seluruh TKA yang bekerja di PT Harita Group telah memiliki izin bekerja sesuai regulasi yang berlaku.

“Jumlah TKA yang ada di PT Harita Group tidaklah banyak dan sebatas ahli yang didatangkan untuk menangani pengaplikasian teknologi impor. Jumlah karyawan kami sekitar 4.000 orang, dari jumlah tersebut TKA yang ada hanyalah 280 orang,” ungkap Alexander dalam diskusi Peringati Hari Buruh Internasional bertemakan ‘Tantangan Malut dalam Menghadapi Dunia Kerja di Sektor Pertambangan’ yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Rabu (1/5/2019).

Pria yang akrab disapa Alex itu, berharap dengan data tersebut, diharapkan para mahasiswa pertambangan tidak pesimistis dan takut kalah bersaing dengan TKA. Selain jumlah TKA yang tidak seberapa, bidang yang digeluti para TKA pun bukan bagian mine engineer yang biasa menyerap tenaga kerja lokal Indonesia.

“PT Harita Group siap bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing melalui berbagai program,” jelasnya.

Dalam diksusi kali ini, Alexander juga menyampaikan bahwa praktik pertambangan yang dilakukan PT Harita Group telah sesuai dengan regulasi dan tanggung jawab moral serta lingkungan. PT Harita Group tidak semata-mata mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) di suatu daerah dan meninggalkannya begitu saja.

“Kami memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tambang. Para pelaku tambang di mana pun tidak boleh seenaknya dalam beroperasi,” tegas.

PT Harita Group sendiri berkomitmen dan menjunjung konsep pertambangan yang berkelanjutan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut