Polda Malut Dinilai Lindungi Kapolres Halsel

  • Bagikan
Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kadir Bubu (Foto: Dok.KabarMalut)

TERNATE – Pencopotan AKP Roy Berman Simangunsong dari jabatan Kabag Ops Polres Halmahera Selatan (Halsel) atas dugaan pemotongan honor anggota Pengamanan Pemilu 2019 yang berujung aksi demo anggota, dinilai tepat. Namun pencopotan jabatan tidak berlaku untuk Kapolres Halsel AKBP Agung Setyo Wahyudi sebagai atasan langsung AKP Roy Berman Simangunsong sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), mingherankan publik.

Akademisi Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Abdul Kader Bubu menilai Polda Maluku Utara (Malut) diduga sengaja melindungi Kapores Halsel, AKBP Agung Setyo Wahyudi. Padahal sanksi pencopotan, juga harus berlaku untuk Kapolres yang notabane pimpinan Kabag Ops.

“Menurut saya ini (pencopotan AKP Roy Berman Simangunsong) sangat janggal, jika Kabag Ops sendiri yang diberi sanksi tetapi Kapolres tidak, ini sangat janggal. Ini ada dugaan kesengajaan untuk melindunggi Kapolres, kalau tidak ada gejolak masalah tidak terungkap,” ujar Abdul Kader kepada KabarMalut,Rabu (1/5/2019).

Apapun keadaannya, lanjut  Abdul Kader, pertangung jawab komandan harus ada. Sebab sangat tidak mungkin dugaan pemotongan anggaran tidak diketahui Kapolres selaku pimpinan, terutama anggaran pengamanan bagi seluruh anggota.

“Kenapa Kabag Ops sendiri yang disanksi tetapi Kapolres tidak, ini tidak mungkin Kabag Ops melakukan tindakan secara sendiri tampa pengetahuan pimpinan, itu mustahil. Ini kemungkinan dugaan Polda melindungi Kapolres, apalagi sistem komandan yang semacam ini tidak mungkin tindakan bawahan tidak diketahui oleh pimpinanya,” terangnya.

Tim investigasi yang sedang melakukan pemeriksaan diharapkan cermat serta meminta pertangungjawaban Kapolres AKBP Agung Setyo Wahyudi. Apalagi kasus dugaan pemotongan anggaran terjadi di tubuh kepolisian yang seharus menjadi teladan untuk intansi lain.

“Saya kira Polisi lebih kuat lagi melakukan penyedikan terhadap internal yang terjadi, sehingga aspek pidananya diungkap ke permukaan. Jangan hanya menghatam orang-orang di luar kepolisian, ternyata di dalam seakan-akan dilakukan pelangaran biasa, padahal ada pemotongan uang honor,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut