Usut Dugaan Korupsi Bibit Jagung, Kejati Malut Periksa Sejumlah Saksi

  • Whatsapp
Ilustrasi: Bantuan Bibit Jagung

TERNATE – Dugaan korupsi anggaran pengadaan bantuan bibit jagung pada Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2017- 2018 sebesar Rp 160 miliar, terus diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengatakan meski kasus ini masih dalam proses penyelidikan, namun sejumlah saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyidik. Namun April enggan merinci saksi yang telah dimintai keterangan.

Muat Lebih

“Intinya beberapa orang sudah dimintai keterangan, itu sejumlah pejabat baik provinsi di Dinas Pertanian maupun di kabupaten/kota,” kata Apris kepada KabarMalut, Selasa (7/5/2019).

Tidak hanya itu, April mengaku untuk mengusut dugaan korupsi anggaran APBN ratusan miliar ini, para penyalur dan penerima bantuan juga telah diperiksa. Pemeriksaan dan pengumpulan data serta berkas, terus dilakukan tim penyidik.

“Beberapa orang yang dimintai keterangan itu, terkait dengan penyaluran bibit jagung termasuk juga pihak penerima mereka sudah dimintai keterangan,” terangnya.

Jika tim penyidik menemukan barang bukti yang dianggap cukup, maka akan digelar ekspos untuk penentuan status kasus selanjutnya. Apakah memenuhi unsur ditingkatkan ke penyidikan atau harus menambah bukti lain yang dianggap kurang.

Sekedar diketahui, alokasi anggaran pengadaan bantuan bibit jagung Dinas Pertanian Provinsi Malut tahun 2017 senilai Rp 100 miliar dan tahun 2018 senilai Rp 60 miliar. Bantuan bibit jagung dibilai tidak tepat sasaran sehingga diduga merugikan Negara. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *