Kekosongan Kades Definitif, 15 Desa di Halsel Masuk Pilkades Susulan 

  • Bagikan
Kepala DPMD Halmahera Selatan, Bustamin Soleman (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2018 lalu , ternyata masih menyisahkan kekosongan jabatan Kepala Desa definitif di 15 desa yang tersebar di masing-masing kecamatan di Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halsel, Bustamin Soleman mengatakan 15 Desa yang masuk dalam Pilkades susulan ini, tiga desa diantaranya melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yaitu Desa Jojame Kecamatan Bacan Barat Utara, Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian dan Desa Sosepe Kecamatan Obi Timur.

“Sedangkan 12 desa lainnya terjadi pergantian antara waktu (PAW),” ungkap Bustamin ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (23/5/2019).

Bustamin menambahkan, 12 desa tersebut diantaranya, Desa Taba Hidayat Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Doro Gane Barat, Desa Busua Kecamatan Kayoa Barat, Desa Luim Kecamatan Gane Timur Tengah, Desa Kawasi Kecamatan Obi, Desa Loleo Kecamatan Obi Selatan, Desa Malapa Kecamatan Makian Barat, Desa Matutin Tanjung Kecamatan Gane Timur Tengah, Desa Awis Kecamatan Gane Barat Selatan, Desa Ake Jilolo Kecamatan Kayoa Utara dan Desa Mateketen Kecamatan Makian Barat.

Lanjut Bustami, dari total 15 desa itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 juta sampai Rp 200 juta untuk membiayai pelaksanaan pemilihan kepala desa susulan.

“Tergetnya di ABPD perubahan ini kami mengajukan anggaran pemilihan Kades dengan nilai anggaran sekitar Rp 150-200 juta,” ujar Bustamin.

Untuk waktu pelaksanaan Pilkades susulan itu dirinya bersama beberap kepala bidang sudah membahasnya. Dan hasil pembahasan itu akan disampaikan kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Helmi Surya Botutihe.

“Target kami di bulan September atau November sudah harus dilakukan pemilihan susulan.” tutup Bustamin. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut