Ketua dan Tiga Komisioner KPU Halbar Diperiksa Bawaslu Malut

  • Bagikan
Kordiv HPP Bawaslu Maluku Utara, Aslan Hasan (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO -Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Abjan Raja bersama tiga orang komisionernya masing-masaing Abner Saban, Irwan Kader dan Ramla Hasyim, diperiksa Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut) atas dugaan penggandaan dokumen DA1 dan pergeseran angka-angka perolehan suara Caleg DPRD Provinsi dan DPD RI.

“Pemeriksaan hari ini terhadap ketua dan anggota KPU Halbar dalam intinya perubahan angka-angka terjadi bahwa pergeseran angka-angka di tingkat provinsi itu, ditemukan kami adanya dokumen form DA1 ganda di kecamatan Jailolo dan Kecamatan Ibu Selatan,” kata Koodinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penindankan Pelanggar (HPP) Bawaslu Malut Aslan Hasan kepada sejumlah wartawan di Kantor Bawaslu Halbar, Kamis (23/5/2019).

Bawaslu Malut ingin pastikan peran KPU Halbar dalam dinamika pleno tingkat kecamatan, bagimana model kontrol dan mekanisme, koordinasi tingkat kabupaten ke kecamatan, kemudian model pleno kecamatan adanya keberatan dari saksi-saksi terkait dengan angka-angka tersebut.

“Kemudian pergeseran dokumen dari kecamatan ke kabupaten, sistem penginputan data dalam sistem/penginputan data dalam situs KPU dan siapa yang harus bertanggungjawab dalam atas data-data tersebut dan pergerakan di tiap tingkatkan,” jelasnya.

Aslan mengaku hasil pemeriksaan sendiri, Bawaslu telah mendapat gambaran adanya dugaan perubahan dokumen berisikan angka-angka perolehan Caleg. Meski begitu, etikanya tidak bisa disampaikan ke publik secara detail.

“Sekian banyak saksi yang diperiksa kami sudah bisa dapatkan gambaran,” akunya.

Bawaslu Malut juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap oparator KPU Halbar dan Ketua Bawaslu Halbar Alwi serta Kordiv HPP Bawaslu Halbar Aknosius Datang.

“Nanti lihat bentuk perkembangan saat ini. Karena Gakumdu Malut juga sudah melakukan penyelidikan pemeriksaan bersamaan dengan kami terkait masalah tersebut,” pungkasnya.

Disisi lain, Ketua KPU Halbar Abjan Raja saat ditemui usai pemereiksaan mengaku, pihaknya mengklarifikasi terkait dengan dugaan penggandaan dokumen DA1. Setahunya dokumen DA1 tidak digandakan karena hanya satu sesuai data yang masuk.

“Sejauh ini saya belum pernah lihat dokumen itu yang dikatakan ganda dan saya lihat hanya satu sesuai bukti-bukti yang dibawa saat diperiksa ini. Sehingga itu sifat kami hanya mengklarifikasi atas permintaan Bawaslu Malut,” singkat Abjan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut