Pemdes Kuripasai Sosialisasi PKRDT dan Perlindungan Anak

  • Bagikan
Pemdes Desa Kuripasai Kecamatan Jailolo saat gelar sosialisasi UU PKRDT dan Perlindungan Anak (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripasai Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menggelar Sosialisasi Undang-Undang 34 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKRDT) dan Perlindungan Anak.

Kegiatan yang bertemakan ‘Anak Cerdas, Rumah Tangga Harmonis, Pembangunan Desa Maju’ dihadir  Camat Jailolo Muchlis, Kadis PPPA Halbar Fransisca, Ketua BPD Labang Lololuan, para Pemateri Kegitan Sosialisasi Kadarkum, para Peserta dari masyarakat Desa Kuripasai dan siswa-siswi.

Ketua Panitia Pelaksana, Realand Sopacua dalam laporannya mengaku kondisi sosial dalam keseharian, kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi urusan suami istri atau sebuah keluarga saja. Dimana diharapkan setiap kerabat, keluarga dan masyarakat ikut serta mencegah dan pengawasan agar kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak dapat terhindari.

“Pemendes Kuripasai mengambil peran dan tanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab nyata dalam upaya pembinaan kepada masyarakat menuju pembangunan desa yang lebih baik,” kata Realand, Senin (27/5/2019).

Menurutnya, tujuan dilaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan juga kekerasan terhadap anak.

Plt Kades Desa Kuripasai Yohenten Nilahi saat memberikan sambutan dalam sosialisasi (Foto: Surahman/KabarMalut)

Plt Kades Kuripasai, Yohenten Nilahi dalam sambutannya mengaku kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat kesengsaraan, atau kekerasan terhadap fisik, seksual, dan penelantaran dan kekerasan terhadap anak juga pelantaran,

“Dua hal tersebut tadi adalah hal seringkali kita temui dalam keseharian kita, namun baru sebagian kecil yang  mengetahui itu merupakan tindakan melawan hukum,” kata Yona sapaan akrabnya.

Dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk pembinaan dan juga sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya dalam pencegahan terhadap kekerasan rumah tangga dan juga kekerasan terhadap anak.

“Maka kegiatan ini kami melakukan sebagai ikhtiar dalam menghadapi berbagai persoalan yang terkait dengan PKDRT maupun kekerasan terhadap anak,” tandasnya.

Perlu diketahui dalam kegiatan ini selama satu hari yang di anggarkan melalui APBDes Desa Kuripasai tahun anggaran 2019 sebesar Rp 18.058.000. (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut