Kontrak Baru Diteken, Pekerjaan Proyek Dispora Malut Sudah 100 Persen

  • Bagikan
Lapangan Bola Voli di Desa Fatcei Kabupaten Kepulauan Sula yang sudah 100 persen dikerjakan (Foto: Istimewa)

SOFIFI – Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara (Malut) memiliki pekerjaan proyek siluman pada tahun anggaran 2019. Hal ini terungkap saat tim survey pelaksanan dari Dispora Malut melakukan survei lokasi rencana pembangunan proyek satu unit lapangan bola voli di Kepulauan Sula (Kepsul), namun menemukan fisik lapangan sudah 100 persen dikerjakan.

Informasi yang berhasil dirangkum KabarMalut, proyek pembangunan lapangan voli di Desa Fatcei Kecamatan Sanana dengan anggaran Rp 120 juta itu, dinilai tidak wajar. Sebab kontrak kerja antara Dispora dan pihak ketiha (kontraktor) baru diteken dan hendak dikerjakan selama 60 hari mulai 27 Mei 2019.

Namun disaat tim survei lapangan melakukan survei lokasi pada 20 Mei lalu, menemukan proyek sudah dikerjakan 100 persen bahkan telah diserahkan ke Pemerintah Desa Fatcei. Padahala, keabsahan lahan pembangunan proyek juga belum diketahui.

Salah satu sumber di Dispora Malut menuturkan bahwa pembangunan proyek lapangan bola voli seharusnya terlebih dahulu survei guna melihat kelayakan lokasi pembangunan, akte kepemilikan tanah dan administrasi lainnya, sehingga proyek berlangsung aman dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Saya juga bingung karena kami dari tim survei yang turun ke lokasi pada tanggal 20 Mei 2019, kaget melihat fisik pembangunan lapangan voli sudah jadi. Bahkan kami juga kaget kalau itu sudah dilakukan penyerahan ke Kades Fatcei,” tuturnya sumber yang tak mau dipiblis identitasnya, Selasa (28/5/2019).

Setelah Kepsul, tim survei belum sempat bertemu dengan Kepala Dispora Malut Adhan Alim guna mempertanyakan prosedur pelaksanaan proyek tersebut. Karena sesuai pada kontrak kerja, pekerjaan akan dimulai 27 Mei 2019.

Sementara itu, Kepala Dispora Malut Adhan Alim saat dikonfirmasi via telepon mengaku pekerjaan proyek lapangan bola voli di Fatcei sudah sesuai prosedur. Bahkan dirinya mengaku semua tahapan telah dilalui.

“Kalau proyek kan memang dilakukan survei dulu untuk perencanaan dan memastikan lokasi serta akte kepemilikan tanah yang ditakutkan nanti tanah bermasalah. Tapi semua sudah fix dan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan sudah dilakukan penyerahan kepada Kades Fatcei,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut