Sambut Lailatur Qadar, Penjual Pelita dan Obor Mulai Ramai

  • Bagikan
Penjualan pelita dan obor di sepanjang trotoar jalan belakang Benteng Kota Ternate (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Menyambut malam Lailatul Qadar, penjualan pelita dan obor ela-ela di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai ramai. Beberapa titik di sudut Kota Ternate seperti trotoar jalan Sultan Khairun, jalan Yosudarso dan beberapa pasar, sudah ramai menjual pelita dan obor ela-ela.

Lampu pelita dan obor yang terbuat dari bambu ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat Malut, saat bulan suci ramadhan memasuki hari ke-27. Pasalnya suluruh rumah warga penduduk muslim akan diterangi pelita dan obor ela-ela.

Salah satu penjual obor ela-ela, Rahman Hasan (43) menyebutkan saat ini masyarakat Malut khususnya Kota Ternate sudah banyak yang membeli pelita atau obor untuk persiapan tradsi malam ela-ela pada malam hari ke-27 nanti. Sehingga penjualan pelita dan obor ela-ela sudah harus dilakukan jelang H-4 atau H-3 malam ela-ela.

“Untuk 1 buah pelita bambu ukuran 2 sumbu dihargai Rp 20.000 per buah dan untuk 3 sumbu dijual dengan harga Rp 50.000 per buah. Sedangkan untuk obor dijualnya dengan harga Rp 5.000 per buah,” kata Rahman kepada KabarMalut, Kamis (30/5/2019).

Para pedagang pelita dan obor ela-ela berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bisa bersinergi dengan para penjual  musiman ini, agar barang dagangan (pelita dan obor) bisa dibeli Pemkot saat melaksanakan festival obor ela-ela.

Ia juga menambahkan bahwa dengan menjual obor dan pelita ia bisa meraup keuntungan yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan lebaran nanti. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut