Masyarakat Desa Galala Desak Bupati Copot Kades 

  • Whatsapp
Aksi masyarakat Desa Galala di depan kantor Bupati (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Pengelolaan dana desa di kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali bermasalah. Ketidak transparan Kepala Desa sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) memaksa masyarakat harus turun kejalan untuk menyuarakan penggunaan dana desa dengan nilai ratusan juta rupiah dan tata kelola pemerintah desa.

Masyarakat Desa Galala Kecamatan Mandioli Selatan yang tergabung dalam Komunitas Inisiasi Peduli Kampong Desa Galala menggelar aksi di depan kantor Bupati Halsel menuntut Bupati Bahrain Kasuba segera mengnonaktifkan Kades Galala, Muhammad Nur karna selama dua tahun menjabat sebagai Kepala Desa Muhammad Nur tidak transparansi mengelola dana desa.  Selain itu Kades Muhammad Nur juga menerapkan sistem pemerintahan desa Galala yang bersifat monopoli serta tidak ada keberpihakan kepada masyarakat Galala.

Muat Lebih

Koordinator aksi Piche Rope dalam pernyataan sikapnya membeberkan kinerja Kades Muhammad Nur selama tahun 2017 dan 2018. Selama dua tahun, Kades Muhammad Nur mengendalikan semua tugas perangkat desa termasuk bendahara desa.

“Kepala desa tidak pernah melibatkan masyarakat dalam musyawarah desa (Musdes) yang membahas apbdes dan RKPDes. Kepala. Desa juga tidak pernah menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait dengan anggaran dana desa tahun 2018 kepada masyarakat secara transparan.” beber Rope, Selasa 11/6/2019.

Atas dasar itu, masyarakat Galala mendesak Inspektorat segera melakukan audit penggunaan dana desa tahun 2017 dan 2018 dari item belanja infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan anggaran pembinaan. Masa aksi juga meminta Bupati Bahrain Kasuba melihat keresahan masyarakat Galal dibawa kepemimpinan Kades Muhammad Nur.

“Bupati secepatnya menurunkan kepala desa Muhammad Nur dari jabatannya dan secepatnya menetapkan karateker kades yang baru.” tutur Rope.

Dilengkapi satu unit truk dilengkapi sound system, masa aksi yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu menggelar aksi sekitar tiga jam di depan Kantor Bupati berharap dapat menemui Bupati Bahrain. Namun harapan massa aksi berbuah nihil karena orang nomor satu di Pemkab Halsel itu tidak berada di tempat. Massa aksi kemudian membubarkan diri dikawal ketat personil dari Pol PP dan anggota Polres Halsel. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *