Polres Halsel Terus Lidik Dugaan Korupsi DD dan Pemalsuan Tanda Tangan oleh Kades Gumira

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, AKP Gede Atmajaya(Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Laporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Kepala Desa Gumira Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Jaerudin Torano masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Satuan Reserse dan Kriminal (Sat-Reskrim) Polres Halsel.

“Kita periksa kemarin dia (Jaerudin Torano) ada sakit. Kita sampai di sana (Desa Gumira) dia ada sakit jadi kita balik ke Polres,” kata Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmajaya ketika dikonfirmasi di Polres Halsel, Kamis (13/6/2019).

Muat Lebih

Meski demikian, pihaknya sudah merencanakan pemeriksaan terhadap Kades Jaerudin Torano untuk mendalami laporan dari mantan Sekretaris Desa Ruslan Sangaji pada akhirnya tahun 2018 lalu. Bahkan, pihak kepolisian sudah mengantongi dua alat bukti untuk menjerat Jaerudin Torano.

“Kalau alat bukti sudah cukuplah, ada dua alat bukti,” ujar Gede.

Sampai sejauh ini pihak penyidik mengalami kendala untuk menyelesaikan kasus tersebut karena Kades Jaerduin masih terbaring sakit.

Ditanyai ada dua laporan yang dilaporkan Ruslan Sangaji yakni dugaan penyalahgunaan DD dan tanda tangan palsu, kata Kasat, dari laporan itu nanti dilihat kalau dari dua laporan itu menimbulkan satu kerugian maka satu pasal yang akan dikenakan.

“Dari tanda tangan palsu menimbulkan ada dugaan korupsi, maka dikenakan satu pasal yakni korupsi,” pungkas Kasat. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *