PPN Perikanan Ternate Lepaskan Hiu Albino yang Ditangkap Warga

  • Whatsapp
Hiu Albino yang diikat dibawa jembatan Pelabuhan Armada Semut Mangga Dua oleh salah satu warga (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Petugas PPN Perikanan Ternate berhasil melepaskan seekor Ikan Hiu Putih jenis Albino yang ditangkap oleh warga di Pelabuhan Armada Semut Mangga Dua Ternate, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.

Pelepas liaran hui yang dianggap langkah ini bermula ketika petugas PPN Perikanan Ternate mendapat informasi sekira pukul 03:00WIT dini hari tadi, ada warga yang sedang memancing ikan di pelabuhan Armada Semut menangkap ikan Hiu Albino kemudian diikat ekornya dengan tali.

Muat Lebih

Petugas kemudian mendatangi lokasi dengan maksud melapkan hiu tersebut ke habitatnya, namun sempat terjadi adu mulut dengan salah seorang warga yang menjaga hiu. Pasalnya menurut informasi dari beberapa ABK speedboat menyebutkan ikan hiu tersebut akan dijual pada pemilik Wisata Jikomalamo.

“Ikan hiu tersebut merupakan spesis yang langka dan dilindungi untuk itu hiu tersebut dilepaskan sebab hiu albino merupakan salah satu spesis ikan hiu yang dibatasi penangkapannya dan untuk jenis Albino adalah spesis satu berbanding seribu untuk diperairan Indonesia,” kata Petugas Pencatat Data PPN Perikanan Ternate, Barmawi Hasbullah kepada KabarMalut, Kamis (13/6/2019).

Setelah diberikan pemahaman bahwa ikan hiu jenis tersebut sudah langkah dan dilindungi, warga pun mengihlaskan untuk dilepaskan kembali ke laut.

Plt PPN Perikanan Ternate, Kamarudin (Foto: Yunita/KabarMalut)

Sementara itu, Plt Kepala PPN Perikanan Ternate, Kamarudin menjelaskan bahwa spesis hiu putih Albino merupakan kali pertama ditemukan di Ternate, dan Hiu jenis tersebut sangat langka ditemukan.

“Dengan adanya peraturan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang melarang penangkapan ikan hiu yang dilindungi dan sudah dibatasi penangkapannya karena kebanyakan nelayan hanya mengambil sirip ikan untuk diperjualbelikan dan dagingnya tidak dimanfaatkan,” jelas Kamarudin.

Lebih lanjut Kamarudin menyebutkan untuk spesis endemik yang dilindungi mestinya dijaga kelestariannya bukan untuk dieksploitasi atau dikomersilkan bahkan dikonsumsi sendiri, sehingga satwa-satwa yang dilindungi benar-benar terjaga kelestariannya.

“Kami berharap kepada nelayan dan warga umum lainnya agar bisa lebih memahami dengan satwa-satwa yang langka keberadaannya untuk dijaga dan tidak ditangkap bahkan dibunuh. Kami berencana kedepan nantinya akan melakukan sosialisasi kembali bagi seluruh nelayan dan warga untuk melakukan penangkapan ikan sesuai dengan jenis yang menjadi target saja dan bukan menangkap ikan yang dianggap langka seperti halnya Hiu,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *