Merasa Dibohongi, Forum Kades Lingkar Tambang Kembali Demo PT NHM

Ronald Muhama
Aksi Para Kades LingkaR Tarbang di depan Pos Pintu Masuk PT NHM (Foto: Istimewa)

TOBELO – Forum Kepala Desa (Kades) lingkar tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), kembali menggelar demo di depan Pos pintu masuk PT NHM. Para Kades merasa dibohongi PT NHM terkait dengan hak masyarakat yang hingga kini belum juga disalurkan pihak perusahan PT NHM.

Massa aksi menuntut PT NHM agar segerah merealisasikan jumlah budget desa sesuai dengan hasil kesepakatan bersama pada tanggal 20 Meret 2019 lalu. Massa aksi juga meminta agar pihak PT NHM segerah merealisasikan Dana Bantuan Pendidikan bagi mahasiswa yang belum menerima dan segerah merealisasikan dana 10 persen ke kecamatan lingkar tambang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Kepala Desa Gamlaha, Topi Wailupa Hibau dalam orasinya mengatakan kehadir massa aksi ini menuntut apa yang menjadi hak mereka, dimana sebelumnya telah melakukan kesepakatan yang bertempat di PT NHM yang dihadiri oleh para Kades lingkar tambang dengan PT NHM yang disaksikan langsung Bupati Halut, Kapolres dan para Camat lingkar tambang.

“Kami berharap agar apa yang telah menjadi kesepakatan kami dengan perusahan PT NHM agar  dapat segerah diakomodir. Jika tidak, kami akan memobilisasi massa yang lebih besar dan segerah menduduki pintu PT NHM,” ungkap Topi.

Sementara orator lain yakni Kades Tahane, Rafi U Basarun mengatakan sebagai warga negara yang baik di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentunya kami patuhi dengan aturan yang berlaku. Namun kita menyadari bahwa seluruh kekayaan alam diatur oleh Undang-Undang dan dikelolah dengan sebaik-baiknya  diperuntukan untuk kemakmuran rakyat bukan dizalimi.

“Tapi kenapa PT NHM yang telah menyimpang dari aturan tidak ditangkap, tentunya ini sebuah kekeliruan yang harus kita cermati bersama, oleh sebab itu apa bila hak kami tidak segerah diakomodir maka kami akan melibatkan seluruh masyarakat, dan adat akan turun untuk melaksanakan aksi besar-besaran,” teriak Rafi.

Menurut Rafi, masyarakat harus tahu kebohongan perusahaan petambangan (PT NHM) yang selama ini menguras hasil alam di bumi Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara (Malut). Para Kades mengaku tidak pernah takut dengan apa yang menjadi kesepakatan yang telah ditandatangani diatas materai, karena PT NHM telah melakukan pembohongan kepada masyarakat dan pemerintah daerah Halut.

“Kami meminta kepada aparat terkait agar membantu kami menjembatani persoalan ini, sehingga persoaln ini dapat terselesaikan dengan cepat dan baik.  Namun jika ini dibiarkan, saya pastikan perusahan ini akan kami blokade dan menghentikan aktifitas kerja perusahan,” tutupnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut